Mengejar Malam Pertama (14 Agustus 2014)

Doni (Ananda Omesh) kesakitan setelah ditendang Nenek (Rina Hasyim)

Negeri Tanpa Telinga (14 Agustus 2014)

Naga (Teuku Rifnu Wikana) sedang memijat Piton Wangsa Laba (Ray Sahetapy)

Bajaj Bajuri The Movie (24 Juli 2014)

Bajaj Bajuri (Ricky Harun) melewati jembatan penyeberangan orang

Hijrah Cinta (24 Juli 2014)

Pipik (Revalina S Temat) menangis di pelukan Uje (Alfie Affandy)

Runaway (24 Juli 2014)

Musa (Al Ghazali) berbincang dengan Tala (Tatjana Saphira)

  • Catatan Tengah Tahun Film Indonesia 2014

    Meski tren menurunnya jumlah penonton terus terjadi dalam empat tahun terakhir, kenaikan jumlah penonton dan rata-rata jumlah penonton setengah tahun ini dibandingkan setengah tahun sebelumnya boleh lah menjadi kabar baik juga bagi para pembuat film.

    Baca lebih lanjut

  • Angga: Karena Cedera, Jadi Sutradara

    Empat tahun setelah roman Hari untuk Amanda (2010), sutradara Angga Dwimas Sasongko yang akrab disapa Dimas kini kembali ke layar bioskop dengan memboyong rombongan tim sepak bola anak-anak Maluku ke dalam film Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014).

    Baca lebih lanjut

  • Lucky K: Malam di Jakarta lebih Jujur

    Jakarta ini lucu. Setiap kali saya meninggalkan Jakarta, saya merasa senang sekali. Tapi setelah pergi, ujung-ujungnya saya selalu kangen. Ke manapun saya pergi, saya mendapati diri saya kembali kangen dengan suasana Jakarta.

    Baca lebih lanjut

  • Ibnu Jamil: Tujuannya Cuma Satu, Lari

    Bagi pria yang kerap disapa Ijam ini, bermain dalam film bertema olah raga merupakan sesuatu yang senantiasa menarik. Pada Mari Lari, karakter Reza diceritakan sebagai pelari veteran yang baru saja menapaki lintasan maraton Angkor Wat, Kamboja.

    Baca lebih lanjut

  • Van der Wijk dan Soekarno Bersaing di FFB 2014

    Tenggelamnya Kapal Van der Wijk dan Soekarno: Indonesia Merdeka, yang sama-sama beredar di ujung tahun 2013, meraih nomine terbanyak (masing-masing sembilan dan delapan nomine) dalam Festival Film Bandung 2014 yang diselenggarakan oleh Forum Film Bandung.

  • Tujuh Pemenang XXI Short Film Festival 2014 Ditayangkan

    Cinema 21 kembali menghadirkan kompilasi film-film pemenang XXI Short Film Festival 2014 di beberapa layar bioskop Indonesia. Ketujuh film pemenang dari festival film pendek ini akan mulai tayang serentak pada tanggal 3 Juli 2014.

  • Maya Evans: Film Laga Hampir Punah Karena Pemeran Andalan Menua

    "Film nasional yang bergenre laga bisa dibilang hampir punah sejak kemunculannya terakhir di tahun 70-80an. Alasannya sederhana, aktor aktris andalannya semakin menua," ujar Maya Evans saat menceritakan pengalamannya membuat film bergenre laga bersama tim Merantau Films.

  • CLC Purbalingga: Edukasi Film, Edukasi Politik

    Cinema Lovers Community (CLC) adalah komunitas lokal yang sudah membuktikan diri tahan banting.  “Puncak” kegiatan komunitas ini adalah Festival film Purbalingga yang berlangsung setahun sekali selama bulan Mei. Festival ini juga punya program unik: Layar Tanjleb yang diadakan dari desa ke desa. Hambatan-hambatan yang dihadapi komunitas ini membuka mata para pengurusnya bahwa kegiatan “mencintai” film ternyata harus berhadapan dengan urusan sosial-politik lokal, seperti bisa dibaca dari wawancara Windu Jusuf, penulis FI dan Cinema Poetica dengan para aktivis CLC berikut.

  • Benni Setiawan: Jatah Layar untuk Film Lokal Sedikit Sekali

    Saya justru menyayangkan soal distribusi layar bioskop. Katakanlah begini, seharusnya ada kesempatan bagi film-film Indonesia untuk jadi tuan rumah. Kasih kesempatan lebih besar agar jumlah orang yang nonton juga makin banyak. 

  • Loyalitas Oka Antara sebagai Aktor

    2014 menjadi tahun perkenalan Oka Antara bagi khalayak perfilman internasional. Dua film yang ia perankan, Killers dan The Raid 2, tayang perdana di Sundance Film Festival pertengahan Januari silam. Killers sudah beredar di bioskop nasional awal Februari lalu, sedangkan The Raid 2 baru akan tayang Maret mendatang.

  • Angga D Sasongko: Kalau Tidak Cedera, Belum Tentu Jadi Sutradara

    Empat tahun setelah roman Hari untuk Amanda (2010), sutradara Angga Dwimas Sasongko yang akrab disapa Dimas kini kembali ke layar bioskop dengan memboyong rombongan tim sepak bola anak-anak Maluku ke dalam film Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014).

  • Lucky Kuswandi: Malam di Jakarta Lebih Terasa Jujur daripada Siang Hari

    Jakarta ini lucu. Setiap kali saya meninggalkan Jakarta, saya merasa senang sekali. Tapi setelah pergi, ujung-ujungnya saya selalu kangen. Ke manapun saya pergi, saya mendapati diri saya kembali kangen dengan suasana Jakarta. 

  • Ibnu Jamil: Tujuannya Cuma Satu, Lari

    Bagi pria yang kerap disapa Ijam ini, bermain dalam film bertema olah raga merupakan sesuatu yang senantiasa menarik. Pada Mari Lari, karakter Reza diceritakan sebagai pelari veteran yang baru saja menapaki lintasan maraton Angkor Wat, Kamboja. Sedangkan di kancah nasional, Reza juga cukup dikenal sebagai penggiat lari dari Indo Runners Club.

  • Catatan Tengah Tahun Film Indonesia 2014

    Meski tren menurunnya jumlah penonton terus terjadi dalam empat tahun terakhir, kenaikan jumlah penonton dan rata-rata jumlah penonton setengah tahun ini dibandingkan setengah tahun sebelumnya boleh lah menjadi kabar baik juga bagi para pembuat film Indonesia. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa perhitungan jumlah dan rata-rata perolehan penonton setengah tahun di atas masih merupakan hitungan kasar. Karena realitanya, sering terjadi ketimpangan perolehan jumlah penonton antarfilm Indonesia.

  • Proyeksi Integrasi Vertikal Film di Indonesia

    Cinemaxx adalah nama jaringan bioskop baru kepemilikan Lippo Group, yang bergerak dalam jenis usaha ekshibisi dan distribusi film. Apakah ini mengindikasikan integrasi vertikal industri media kepemilikan Lippo Group akan merambah ke jenis usaha film?

  • Jumlah Bioskop dan Film Bertambah, Jumlah Penonton Turun

    Dengan logika pasar sederhana, dukungan infrastruktur seperti bertambahnya jumlah bioskop dan jumlah film Indonesia yang diproduksi, akan sejalan dengan pertambahan jumlah penonton. Ternyata hal itu belum berlaku untuk industri film tanah air. Tren penurunan jumlah data penonton masih terus terjadi hingga hari ini.

Trailer
Resensi

Surat Protes Penuh Cinta untuk Jakarta

Selamat Pagi Malam adalah serangan cepat dua arah. Serangan satu ditujukan pada mereka para tulalit budaya sehingga dengan tulusnya menyambut tipu-tipu kiwari lewat berbagai produk terkini. Serangan dua ditujukan untuk orang-orang yang gemar menghakimi kaum munafik yang menghina para tulalit budaya tanpa sadar bahwa ia sendiri melakukan apa yang dicelanya. 

Humor Hiperbolik, Pertaruhan Daya Tarik

Pertaruhan terbesar Dika adalah dalam ranah bentuk guyonan yang bisa jadi memang sudah menjadi zona nyamannya dalam bercanda, dan itu bahaya. Kalau betul begini kejadiannya, daya tarik karya-karya Dika yang akan menjadi korban.

Kekerasan dalam Bingkai Keterampilan

Berandal dibuat tidak untuk menjawab apapun di Indonesia, tidak pula untuk merepresentasikan apapun di Indonesia. Segala yang ada dalam Berandal adalah tarian modal global, the dance of the global capital, yang digabung dengan terampilnya orang-orang yang menukangi film ini.