Malam Minggu Miko (11 September 2014)

Miko (Raditya Dika) berbincang dengan teman dari masa SMP

Aku, Kau dan KUA (11 September 2014

Uci (Eriska Rein) sedan membantu Fira (Nina Zatulini) mengenakan gaun

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Extended (11 September 2014)

Aziz (Reza R Rahadian) berdansa dengan Hayati (Pevita Pearce)

Olga & Billy Lost in Singapore (28 Agustus 2014)

Billy, Olga dan Tara berlibur ke Singapura

Hijabers in Love (4 September 2014)

Annisa (Andiana Suri) menangis saat sedang berbincang dengan Ananda (Shawn Adrian Khulafa)

  • AFI 2014: Catatan Dewan Juri

    Apresiasi Film Indonesia 2014 sudah berlalu, pemenangnya sudah diumumkan. Dan seperti ingin dijadikan tradisi, dewan juri mengumumkan juga pertimbangan-pertimbangannya dan alasan-alasan dari keputusan yang diambil.

  • ARKIPEL 2014: Peran Seluloid dalam Sinema Kontemporer

    Sekumpulan pekerja dan pegiat film yang tergabung dalam Lab Laba Laba berusaha menghidupkan kembali seluloid dalam sinema Indonesia kontemporer. Berkolaborasi dengan Film Farm Canada dan Nano Lab Australia, Lab Laba Laba menggelar pemutaran footages hasil eksperimentasi dengan bahan seluloid. 

  • AFI 2014: Pertemuan Film Nasional dengan Film Lokal

    Sebelum Pagi Terulang Kembali terpilih menjadi penerima Piala Dewantara Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2014 untuk kategori Film Panjang Bioskop. Sedang film Maryam (Sidi Saleh, 2014), yang baru saja menang Film Pendek Terbaik di Festival Film Internasional Venice 2014, menerima penghargaan untuk kategori Film Pendek. Penghargaan Adi Karya diberikan untuk Harimau Tjampa (1953) karya D Djajakusuma. Dan Adi Insani diberikan kepada seniman Gotot Prakosa.

  • CLC Purbalingga: Edukasi Film, Edukasi Politik

    Cinema Lovers Community (CLC) adalah komunitas lokal yang sudah membuktikan diri tahan banting.  “Puncak” kegiatan komunitas ini adalah Festival film Purbalingga yang berlangsung setahun sekali selama bulan Mei. Festival ini juga punya program unik: Layar Tanjleb yang diadakan dari desa ke desa. Hambatan-hambatan yang dihadapi komunitas ini membuka mata para pengurusnya bahwa kegiatan “mencintai” film ternyata harus berhadapan dengan urusan sosial-politik lokal, seperti bisa dibaca dari wawancara Windu Jusuf, penulis FI dan Cinema Poetica dengan para aktivis CLC berikut.

  • Benni Setiawan: Jatah Layar untuk Film Lokal Sedikit Sekali

    Saya justru menyayangkan soal distribusi layar bioskop. Katakanlah begini, seharusnya ada kesempatan bagi film-film Indonesia untuk jadi tuan rumah. Kasih kesempatan lebih besar agar jumlah orang yang nonton juga makin banyak. 

  • Loyalitas Oka Antara sebagai Aktor

    2014 menjadi tahun perkenalan Oka Antara bagi khalayak perfilman internasional. Dua film yang ia perankan, Killers dan The Raid 2, tayang perdana di Sundance Film Festival pertengahan Januari silam. Killers sudah beredar di bioskop nasional awal Februari lalu, sedangkan The Raid 2 baru akan tayang Maret mendatang.

  • Catatan Tengah Tahun Film Indonesia 2014

    Meski tren menurunnya jumlah penonton terus terjadi dalam empat tahun terakhir, kenaikan jumlah penonton dan rata-rata jumlah penonton setengah tahun ini dibandingkan setengah tahun sebelumnya boleh lah menjadi kabar baik juga bagi para pembuat film Indonesia. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa perhitungan jumlah dan rata-rata perolehan penonton setengah tahun di atas masih merupakan hitungan kasar. Karena realitanya, sering terjadi ketimpangan perolehan jumlah penonton antarfilm Indonesia.

  • Proyeksi Integrasi Vertikal Film di Indonesia

    Cinemaxx adalah nama jaringan bioskop baru kepemilikan Lippo Group, yang bergerak dalam jenis usaha ekshibisi dan distribusi film. Apakah ini mengindikasikan integrasi vertikal industri media kepemilikan Lippo Group akan merambah ke jenis usaha film?

  • Jumlah Bioskop dan Film Bertambah, Jumlah Penonton Turun

    Dengan logika pasar sederhana, dukungan infrastruktur seperti bertambahnya jumlah bioskop dan jumlah film Indonesia yang diproduksi, akan sejalan dengan pertambahan jumlah penonton. Ternyata hal itu belum berlaku untuk industri film tanah air. Tren penurunan jumlah data penonton masih terus terjadi hingga hari ini.

Trailer
Resensi

Surat Protes Penuh Cinta untuk Jakarta

Selamat Pagi Malam adalah serangan cepat dua arah. Serangan satu ditujukan pada mereka para tulalit budaya sehingga dengan tulusnya menyambut tipu-tipu kiwari lewat berbagai produk terkini. Serangan dua ditujukan untuk orang-orang yang gemar menghakimi kaum munafik yang menghina para tulalit budaya tanpa sadar bahwa ia sendiri melakukan apa yang dicelanya. 

Humor Hiperbolik, Pertaruhan Daya Tarik

Pertaruhan terbesar Dika adalah dalam ranah bentuk guyonan yang bisa jadi memang sudah menjadi zona nyamannya dalam bercanda, dan itu bahaya. Kalau betul begini kejadiannya, daya tarik karya-karya Dika yang akan menjadi korban.

Kekerasan dalam Bingkai Keterampilan

Berandal dibuat tidak untuk menjawab apapun di Indonesia, tidak pula untuk merepresentasikan apapun di Indonesia. Segala yang ada dalam Berandal adalah tarian modal global, the dance of the global capital, yang digabung dengan terampilnya orang-orang yang menukangi film ini.