Benni Setiawan: Jatah Layar untuk Film Lokal Sedikit Sekali

Wawancara, Jumat, 18 April 2014, Penulis: Pandji Putranda

Saya justru menyayangkan soal distribusi layar bioskop. Katakanlah begini, seharusnya ada kesempatan bagi film-film Indonesia untuk jadi tuan rumah. Kasih kesempatan lebih besar agar jumlah orang yang nonton juga makin banyak. 

  • Tujuh Film Indonesia Berkompetisi dalam ChopShots

    Berita, Kamis, 17 April 2014, Penulis: Amalia Sekarjati

    Tujuh film Indonesia berkompetisi dalam ChopShots Documentary Film Festival Southeast Asia 2014. Layu Sebelum Berkembang (Die Before Blossom) karya Ariani Djalal dan Masked Monkey: The Evolution of Darwin's Theory karya Ismail Fahmi Lubis bersaing dengan 10 film lain dalam kategori Kompetisi Internasional (International Competition).

  • Dakwah Islam dan Tuntutan Melek Film

    Kajian, Minggu, 13 April 2014, Penulis: Hikmat Darmawan

    Ini boleh disebut sebagai perwujudan watak takfiri dalam bentuk halus dan mungkin tak sengaja. Watak demikian kemungkinan besar tidak akan mampu menghasilkan keragaman film Dakwah Islam di Indonesia. Malah, bisa jadi, membunuh potensi keragaman itu.

  • Kritik Hikmat Dalam Nalar Keresahan

    Kajian, Kamis, 03 April 2014, Penulis: Rangga Almahendra

    Agaknya ‘nalar keresahan’ Hikmat ini muncul akibat infeksi virus Islamophobia yang terus ditularkan dalam mainstream media di Indonesia saat ini. Media yang terus mendengungkan Islam identik dengan kekerasan, bom, poligami, pancung,dsb. Namun keresahan ini sangat bisa dipahami, karena memang berita negatif tentang 1% muslim radikal yang selalu digembar-gemborkan media. Sedangkan 99% muslim yang cinta damai, toleran dan sangat menghargai perbedaan tidak pernah diberi kesempatan untuk bersuara.

  • Rangkaian Acara Hari Film Nasional Ditutup

    Berita, Kamis, 03 April 2014, Penulis: Amalia Sekarjati

    Pemutaran film Darah dan Doa (1950) karya Usmar Ismail menutup rangkaian kegiatan Peringatan Hari Film Nasional (HFN) ke-64 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI). 

  • Pohon Penghujan Raih Ali Sadikin Award

    Berita, Selasa, 01 April 2014, Penulis: Amalia Sekarjati

    Dari 6 unggulan, Pohon Penghujan karya Andra Fembiarto meraih Ali Sadikin Award sebagai film pendek terbaik pada ajang Festival Film Pendek (FFP) Jabodetabek 2014. Pada kategori Skenario Film, film Vox Populi Vox Dei (Mulyantojoyo) meraih Misbach Yusa Biran Award.

  • Film Indonesia dan Identitas Nasional dalam Kondisi Pascanasional

    Kajian, Sabtu, 29 Maret 2014, Penulis: Seno Gumira Ajidarma

    Jika sinema Indonesia semula diniatkan sebagai representasi Indonesia modern, keberadaan tandem Ismail-Djajakusuma membuktikan terdapatnya gejala-gejala kondisi pascamodern, ketika istilah itu masih jauh dari dikenal, karena modernitas di Indonesia ternyata tidak menyingkirkan, melainkan hidup bersama dengan tradisi.

  • 99 Cahaya di Langit Eropa 1 & 2: Imajinasi Islam dalam Nalar Kekalahan

    Kajian, Rabu, 26 Maret 2014, Penulis: Hikmat Darmawan

    Retorika "perdamaian" dalam Nalar Kekalahan yang tergambar di film ini jadinya tak lebih sebuah siasat untuk mencari bentuk-bentuk penaklukan yang paling mungkin dicapai dalam posisi sebagai korban dan kaum terpinggirkan itu. Bagi Rangga dan Hanum, penaklukan yang paling mungkin adalah dengan memenangi medan gaya hidup modern. Dengan menjadi sukses.

  • Tiga Jati Emas untuk Don't Talk Love

    Berita, Senin, 24 Maret 2014, Penulis: Adrian Jonathan Pasaribu

    What They Don't Talk About When They Talk About Love pulang membawa tiga Piala Jati Emas dari Akademi Film Indonesia 2014. Penghargaan Akademi FI berlangsung di Bentara Budaya Jakarta, 24 Maret 2014. 

  • Anak Sabiran Jadi Pembuka Southeast Asian Film Festival 2014

    Berita, Kamis, 20 Maret 2014, Penulis: Adrian Jonathan Pasaribu

    Anak Sabiran di Balik Cahaya Gemerlapan karya Hafiz Rancajale didapuk menjadi film pembuka Southeast Asian Film Festival (SEAFF) 2014, yang akan berlangsung di Singapore Art Museum dari 11 April sampai 4 Mei. Denok dan Gareng karya Dwi Sujanti Nugraheni dan What They Don't Talk About When They Talk About Love karya Mouly Surya juga ditayangkan pada festival ini.