Bioskop, Karakter Bangsa?

Kajian, Monday, 31 August 2015, Penulis: Garin Nugroho

Saatnya kerja konstruktif bersama dilakukan, namun juga orang film harus berani terus menuntut dan berkata ” tidak” pada diskriminasi produktivitas produk lokal. Jika ini tidak dilakukan sebagai suatu kewajaran, Nawacita Jokowi hanya jadi cita-cita yang tak bernyawa...

  • Pemerintah Bebaskan PPN Tontonan

    Berita, Monday, 31 August 2015

    Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menerbitkan aturan yang membebaskan jasa kesenian dan hiburan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kegiatan kesenian dan hiburan yang bebas dari pungutan pajak mulai dari diskotek, bioskop, pertunjukan musim sampai pertandingan olahraga.

  • Tanggapan: Film Nasional Versus Penonton

    Kajian, Sunday, 09 August 2015, Penulis: Catherine Keng

    Apa pun yang dilakukan bioskop dan apa pun yang diatur dalam tata edar film tak akan menggerakkan penonton ke bioskop selama kebijakan tersebut tidak memihak kepada penonton. Dalam hal ini, posisi Cinema 21 tegas memihak kepada masyarakat penonton karena kami ada untuk melayani penonton.

  • Film Nasional Versus Bioskop

    Kajian, Saturday, 08 August 2015, Penulis: A Rahim Latif

    Hingga sekitar sepuluh tahun lalu bioskop Blok M Plaza 21 sudah menjadi sangat potensial bagi film nasional. Bahkan, pernah terjadi seluruh enam layarnya memutar hanya film nasional. Namun, itu tak pernah terjadi lagi dan mayoritas film yang diputar di bioskop tersebut adalah film impor saja. Mengapa?

  • Lembaga Sensor Film Daerah, Perlukah?

    Kajian, Friday, 05 June 2015, Penulis: Dyna Herlina S

    Penulis menyarankan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk tidak menyelenggarakan LSF Daerah DIY karena tidak relevan dengan situasi DIY saat ini. 

  • Lukman Sardi: Jangan Sampai Ada Korban Lagi

    Sosok, Monday, 26 January 2015, Penulis: Amalia Sekarjati

    Ada satu perubahan yang yang kita kenal dengan reformasi, tapi korban yang berjatuhan juga banyak. Kan maunya kejadian itu tidak terulang lagi. Kalau mau ada perubahan ke arah yang bagus, ya bagus. Namun, jangan sampai ada korban.

  • FFD 2014: Tumiran Terbaik

    Berita, Saturday, 20 December 2014, Penulis: Redaksi FI

    Tumiran (Vicky Hendri Kurniawan) berhasil menjadi film terbaik kategori dokumenter panjang dalam Festival Film Dokumenter (FFD) 13 tahun ini yang berlangsung tanggal 10-13 Desember. Sementara, Akar (Amelia Hapsari) dan  Penderes dan Pengidep (Achmad Ulfi) menjadi film terbaik dari kategori film dokumenter pendek dan kategori film dokumenter pelajar.

  • Eva Celia: This Is a Dream Come True!

    Sosok, Wednesday, 17 December 2014, Penulis: Pandji Putranda

    Kalau ada tawaran lagi untuk berpartisipasi dalam film laga, saya percaya kalau saya sanggup. Dengan catatan, standarnya seperti film ini. Soalnya sejak kecil saya memang sudah menyukai genre ini. Bisa ikut bermain dalam film ini adalah mimpi yang jadi kenyataan. This is a dream come true!”

  • FFI 2014: Cahaya dari Timur Film Terbaik

    Berita, Sunday, 07 December 2014, Penulis: Redaksi FI

    Cahaya dari Timur: Beta Maluku meraih penghargaan Piala Citra untuk film terbaik Festival Film Indonesia 2014. Piala disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada acara puncak FFI 2014 di Palembang Square Convention Center Sabtu malam (6/12).

  • FFI 2014: Pemenang Lomba Kritik Perfilman dan Daftar Nominasi

    Berita, Wednesday, 26 November 2014, Penulis: Pandji Putranda

    Dua pemenang kritik perfilman ialah jurnalis filmindonesia.or.id: Deden Ramadani lewat tulisannya Jumlah Bioskop dan Film Bertambah, Jumlah Penonton Turun dan Adrian Jonathan Pasaribu lewat artikel Keberpihakan Bioskop yang dimuat di Cinemapoetica.com. Pemenang lainnya ialah Herman Wijaya lewat tulisannya FFI, Hajat Insan Film yang Tersandera Tender Pemerintah di blog pribadi Kompasiana.