Daftar Pemenang FFI 2017

Berita, Saturday, 11 November 2017, Penulis: Lisabona Rahman

Daftar nomine dan pemenang di FFI 2017

  • FFI 2014: Pemenang Lomba Kritik Perfilman dan Daftar Nominasi

    Berita, Wednesday, 26 November 2014, Penulis: Pandji Putranda

    Dua pemenang kritik perfilman ialah jurnalis filmindonesia.or.id: Deden Ramadani lewat tulisannya Jumlah Bioskop dan Film Bertambah, Jumlah Penonton Turun dan Adrian Jonathan Pasaribu lewat artikel Keberpihakan Bioskop yang dimuat di Cinemapoetica.com. Pemenang lainnya ialah Herman Wijaya lewat tulisannya FFI, Hajat Insan Film yang Tersandera Tender Pemerintah di blog pribadi Kompasiana.

  • FFI 2014: Bangga Film Indonesia

    Berita, Saturday, 18 October 2014, Penulis: Pandji Putranda

    Festival Film Indonesia (FFI) 2014 hadir dengan tema “Bangga Film Indonesia”. Tema tersebut dipilih karena dinilai mampu mewakili semangat perubahan menuju iklim perfilman nasional yang lebih baik.

     

  • Sidi Saleh: Bikin Film Murah yang Tidak Murahan

    Sosok, Friday, 10 October 2014, Penulis: Pandji Putranda

    "Venice itu festival film yang buat saya paling sentimental." Tahun 2011 silam, ketika Sidi diundang ke Festival di Udinese, ia sempat jalan-jalan ke Venice. Hari berikutnya Sidi menerima kabar ayahnya meninggal. “Ayah adalah orang pertama yang memperkenalkan saya dengan kamera."

  • Acha Septriasa: Saya Suka Sekali Akting

    Sosok, Thursday, 09 October 2014, Penulis: Amalia Sekarjati

    Untuk tahun 2014 ini, ada sepuluh naskah film yang masuk untuk Acha. Namun, ia hanya menerima lima film dengan pertimbangan cerita filmnya sekaligus waktu yang tersedia. Apa tidak bosan main di film-film cinta terus? “Nggak, sih. Saya suka sekali akting, jadi nggak bosan. Di mata saya, semua peran pasti menantang.” 

  • Sheila Timothy: Pengembalian Modal Tidak Hanya dari Bioskop

    Sosok, Tuesday, 23 September 2014, Penulis: Pandji Putranda

    Nah, yang perlu diingat adalah ‘pengembalian modal tidak hanya berasal dari bioskop’. Jadi kami tidak membebankan film tersebut untuk sukses di pasaran dengan banyaknya jumlah penonton. Tidak demikian, karena menurut saya itu tidak realistis. Terlebih melihat kondisi (perfilman) kita sekarang ini.”

  • Arkipel 2014: Genre Sub Genre Raih Jury Award

    Berita, Friday, 19 September 2014, Penulis: Pandji Putranda

    Film Genre Sub Genre garapan sutradara Yosep Anggi Noen terpilih sebagai pemenang dalam kategori “Jury Award” di perhelatan Arkipel 2014. 

  • AFI 2014: Catatan Dewan Juri

    Berita, Wednesday, 17 September 2014, Penulis: Redaksi FI

    Apresiasi Film Indonesia 2014 sudah berlalu, pemenangnya sudah diumumkan. Dan seperti ingin dijadikan tradisi, dewan juri mengumumkan juga pertimbangan-pertimbangannya dan alasan-alasan dari keputusan yang diambil.

  • ARKIPEL 2014: Peran Seluloid dalam Sinema Kontemporer

    Berita, Wednesday, 17 September 2014, Penulis: Pandji Putranda

    Sekumpulan pekerja dan pegiat film yang tergabung dalam Lab Laba Laba berusaha menghidupkan kembali seluloid dalam sinema Indonesia kontemporer. Berkolaborasi dengan Film Farm Canada dan Nano Lab Australia, Lab Laba Laba menggelar pemutaran footages hasil eksperimentasi dengan bahan seluloid. 

  • AFI 2014: Pertemuan Film Nasional dengan Film Lokal

    Berita, Sunday, 14 September 2014, Penulis: Amalia Sekarjati

    Sebelum Pagi Terulang Kembali terpilih menjadi penerima Piala Dewantara Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2014 untuk kategori Film Panjang Bioskop. Sedang film Maryam (Sidi Saleh, 2014), yang baru saja menang Film Pendek Terbaik di Festival Film Internasional Venice 2014, menerima penghargaan untuk kategori Film Pendek. Penghargaan Adi Karya diberikan untuk Harimau Tjampa (1953) karya D Djajakusuma. Dan Adi Insani diberikan kepada seniman Gotot Prakosa.

  • FFB 2014: Dua Aktor Terpuji, Ikranagara dan Herjunot Ali

    Berita, Sunday, 14 September 2014, Penulis: Redaksi FI

    Soekarno meraih gelar film terpuji dalam Festival Film Bandung 2014 . Yang menarik, dua pemeran utama pria sama-sama diumumkan sebagai yang terpuji, istilah yang digunakan FFB untuk menggantikan istilah terbaik. Kedua pemeran utama itu adalah Ikranagara (Sang Kiai) dan Herjunot Ali (Tenggelamnya Kapal Van der Wijk).