FFD 14: Tanah Mama Terbaik

Berita, Tuesday, 15 December 2015, Penulis: Redaksi FI

Tanah Mama produksi Kalyana Shira Foundation dan film pertama sutradara Asrida Elisabet meraih penghargaan terbaik untuk kategori film dokumenter panjang dalam Festival Film Dokumenter yang berlangsung 7-12 Desember 2015 di gedung Societet Taman Budaya Yogya,  IFI-LIP, dan Tembi Rumah Budaya, Yogya.

  • Sidi Saleh: Bikin Film Murah yang Tidak Murahan

    Sosok, Friday, 10 October 2014, Penulis: Pandji Putranda

    "Venice itu festival film yang buat saya paling sentimental." Tahun 2011 silam, ketika Sidi diundang ke Festival di Udinese, ia sempat jalan-jalan ke Venice. Hari berikutnya Sidi menerima kabar ayahnya meninggal. “Ayah adalah orang pertama yang memperkenalkan saya dengan kamera."

  • Acha Septriasa: Saya Suka Sekali Akting

    Sosok, Thursday, 09 October 2014, Penulis: Amalia Sekarjati

    Untuk tahun 2014 ini, ada sepuluh naskah film yang masuk untuk Acha. Namun, ia hanya menerima lima film dengan pertimbangan cerita filmnya sekaligus waktu yang tersedia. Apa tidak bosan main di film-film cinta terus? “Nggak, sih. Saya suka sekali akting, jadi nggak bosan. Di mata saya, semua peran pasti menantang.” 

  • Sheila Timothy: Pengembalian Modal Tidak Hanya dari Bioskop

    Sosok, Tuesday, 23 September 2014, Penulis: Pandji Putranda

    Nah, yang perlu diingat adalah ‘pengembalian modal tidak hanya berasal dari bioskop’. Jadi kami tidak membebankan film tersebut untuk sukses di pasaran dengan banyaknya jumlah penonton. Tidak demikian, karena menurut saya itu tidak realistis. Terlebih melihat kondisi (perfilman) kita sekarang ini.”

  • Arkipel 2014: Genre Sub Genre Raih Jury Award

    Berita, Friday, 19 September 2014, Penulis: Pandji Putranda

    Film Genre Sub Genre garapan sutradara Yosep Anggi Noen terpilih sebagai pemenang dalam kategori “Jury Award” di perhelatan Arkipel 2014. 

  • AFI 2014: Catatan Dewan Juri

    Berita, Wednesday, 17 September 2014, Penulis: Redaksi FI

    Apresiasi Film Indonesia 2014 sudah berlalu, pemenangnya sudah diumumkan. Dan seperti ingin dijadikan tradisi, dewan juri mengumumkan juga pertimbangan-pertimbangannya dan alasan-alasan dari keputusan yang diambil.

  • ARKIPEL 2014: Peran Seluloid dalam Sinema Kontemporer

    Berita, Wednesday, 17 September 2014, Penulis: Pandji Putranda

    Sekumpulan pekerja dan pegiat film yang tergabung dalam Lab Laba Laba berusaha menghidupkan kembali seluloid dalam sinema Indonesia kontemporer. Berkolaborasi dengan Film Farm Canada dan Nano Lab Australia, Lab Laba Laba menggelar pemutaran footages hasil eksperimentasi dengan bahan seluloid. 

  • AFI 2014: Pertemuan Film Nasional dengan Film Lokal

    Berita, Sunday, 14 September 2014, Penulis: Amalia Sekarjati

    Sebelum Pagi Terulang Kembali terpilih menjadi penerima Piala Dewantara Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2014 untuk kategori Film Panjang Bioskop. Sedang film Maryam (Sidi Saleh, 2014), yang baru saja menang Film Pendek Terbaik di Festival Film Internasional Venice 2014, menerima penghargaan untuk kategori Film Pendek. Penghargaan Adi Karya diberikan untuk Harimau Tjampa (1953) karya D Djajakusuma. Dan Adi Insani diberikan kepada seniman Gotot Prakosa.

  • FFB 2014: Dua Aktor Terpuji, Ikranagara dan Herjunot Ali

    Berita, Sunday, 14 September 2014, Penulis: Redaksi FI

    Soekarno meraih gelar film terpuji dalam Festival Film Bandung 2014 . Yang menarik, dua pemeran utama pria sama-sama diumumkan sebagai yang terpuji, istilah yang digunakan FFB untuk menggantikan istilah terbaik. Kedua pemeran utama itu adalah Ikranagara (Sang Kiai) dan Herjunot Ali (Tenggelamnya Kapal Van der Wijk).

  • Henky Solaiman: Jangan Hanya BBM, Film juga Perlu Disubsidi

    Sosok, Tuesday, 09 September 2014, Penulis: Pandji Putranda

    Kalau tidak ada bantuan bagaimana mungkin bisa berkembang? Jadi jangan hanya BBM saja yang disubsidi, film juga perlu subsidi!, ia tertawa bersemangat.

  • LSF Terapkan Penggolongan Usia Baru

    Berita, Friday, 05 September 2014, Penulis: Amalia Sekarjati

    Sejak 1 September 2014, Lembaga Sensor Film (LSF) menerapkan penggolongan penonton baru untuk film dan iklan film yang disensor. Jika sebelumnya penggolongan terdiri dari Semua Umur, Remaja, dan Dewasa, kini dibagi menjadi Semua Umur, 13 tahun ke atas, 17 tahun ke atas, dan usia 21 ke atas.