48 Film Pendek di Festival Film Solo

Berita :: Penulis: Adrian Jonathan Pasaribu

Festival Film Solo kembali hadir meramaikan perhelatan film pendek Indonesia. Dalam edisinya yang ketiga ini, FFS akan memutar 48 film pendek dari 1-5 Mei di Teater Besar ISI Surakarta. Ada 22 film pendek dari kategori Ladrang (umum), yang finalisnya adalah: Halaman Belakang (Yusuf Radjamuda, Palu); Liburan Keluarga (Tunggul Banjaransari, Solo, Boyolali, Karanganyar); On the Way (Jeihan Angga, Solo); dan Sinema Purnama (Andra Fembriarto, Pamulang). Untuk pertama kalinya, sejak diadakan tahun 2011, FFS memiliki finalis dari kota penyelenggaranya. Dari kategori Gayaman (pelajar SMP-SMA), ada tujuh film pendek yang diputar. Para finalisnya: Asmaus Kronistus Nularus (Dito Tunjung Parahyta, Tangerang); Hanacaraka (Yasin Hidayat, Purbalingga); Lawuh Boled (Misyatun, Purbalingga); dan Nitisara (Rana Maulidia Hadi, Batu). Sama seperti tahun lalu, ada dua finalis Gayaman dari Purbalingga.

Ada pula Tarung Solo, program pemutaran film-film fiksi pendek dari Kota Solo yang dipilih secara khusus untuk berkompetisi dengan metode pilihan penonton. Pemenang kompetisi berhak menyandang Sabuk Juara Tarung Solo, yang secara bergilir diberikan pada tiap tahunnya. Tarung Solo pertama kali diadakan tahun 2012. Juaranya Bani Nasution dengan film Jago Tarung. Tahun ini, Bani kembali ikut serta dengan film Blipblip, bersaing dengan Damn It V karya Alvin Ramandey dan DBD – Diet Be4 Die karya Budi Pasadena.

FFS juga kembali mengadakan Fokus, program pemutaran yang bertujuan mendedah filmografi seorang sineas atau kelompok. Setiap pemutaran akan disambung dengan diskusi dan sesi tanya-jawab dengan pembuat filmnya. Tahun ini, FFS akan membahas badan karya Edi Cahyono, Tumpal Tampubolon, dan SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol Purbalingga. Tumpal dan Edi merupakan nama yang cukup lama beredar di perhelatan film pendek. Karya mereka sudah melanglang buana, baik di festival film nasional maupun internasional. Nama keduanya sempat singgah di bioskop nasional: Edi sebagai sutradara Cewek Saweran dan penata gambar 9 Summers 10 Autumns, Tumpal sebagai penulis naskah Pasukan Kapiten dan salah satu pemeran di Hi5teria.

SMPN 4 Satu Atap Karangomoncol adalah nama baru. Karya-karya mereka belakangan ini menarik perhatian di sejumlah kompetisi film nasional, baik karena pencapaiannya maupun para pembuatnya yang masih sangat muda. Hancaraka merupakan juara pertama kompetisi film pendek KidsFFest, Jakarta, 21 April kemarin. Sementara itu, Langka Receh merupakan nominasi film pendek terbaik Festival Film Indonesia 2012 dan Pigura meraih penghargaan khusus FFI 2010. Kedua film itu juga menjadi film terbaik FFS kategori Gayaman untuk tahun 2012 dan 2011.

Selain memutar film, FFS juga mengadakan forum Pendanaan Film. Program ini akan mendanai 2-4 proyek film fiksi-pendek, maksimal empat juta rupiah. Ada delapan pendaftar, yang kemudian disaring para juri jadi lima finalis: Pro Bono Publico (Jakarta), Rama Yana dari Blitar (Blitar), Eros (Pontianak), Naif (Yogyakarta), dan Jingga (Yogyakarta). Kelima pemilik proyek akan mempresentasikan rencana produksi mereka di hadapan dewan juri, yang terdiri dari Ajish Dibyo, BW Purbanegara, dan Shalahuddin Siregar.

Jadwal kegiatan FFS selengkapnya dapat diakses di situs festival.

Komentar

Silahkan masuk log terlebih dahulu untuk memberi komentar.