Perkembangan Film Indonesia 2019: Bukan sekadar jumlah penonton.

Tuesday, 03 March 2020, Oleh Agus Mediarta

Dalam paparan tentang perkembangan industri film, indikator kuantitatif hanyalah pijakan awal untuk membaca dan memahami kondisi dan pertumbuhan industri. Kumpulan data-data angka tersebut tidak mewakili gambaran utuh keadaan industri dan masih sangat membutuhkan analisis-analisis lain dengan pendekatan multidisiplin-multidimensi.

  • Proyeksi Integrasi Vertikal Film di Indonesia

    Monday, 26 May 2014, Oleh Meiske Taurisia

    Cinemaxx adalah nama jaringan bioskop baru kepemilikan Lippo Group, yang bergerak dalam jenis usaha ekshibisi dan distribusi film. Apakah ini mengindikasikan integrasi vertikal industri media kepemilikan Lippo Group akan merambah ke jenis usaha film?

  • Jumlah Bioskop dan Film Bertambah, Jumlah Penonton Turun

    Monday, 26 May 2014, Oleh Deden Ramadani

    Dengan logika pasar sederhana, dukungan infrastruktur seperti bertambahnya jumlah bioskop dan jumlah film Indonesia yang diproduksi, akan sejalan dengan pertambahan jumlah penonton. Ternyata hal itu belum berlaku untuk industri film tanah air. Tren penurunan jumlah data penonton masih terus terjadi hingga hari ini.

  • Rekam Jejak Idris Sardi Di Layar Sinema

    Friday, 02 May 2014, Oleh Denny Sakrie

    Idris Sardi memang mewarisi seluruh kemampuan musik yang dimiliki sang ayah, Mas Sardi, mulai dari penggesek biolin, komposer, hingga ke pembuat skor untuk film layar lebar.

  • Dakwah Islam dan Tuntutan Melek Film

    Sunday, 13 April 2014, Oleh Hikmat Darmawan

    Ini boleh disebut sebagai perwujudan watak takfiri dalam bentuk halus dan mungkin tak sengaja. Watak demikian kemungkinan besar tidak akan mampu menghasilkan keragaman film Dakwah Islam di Indonesia. Malah, bisa jadi, membunuh potensi keragaman itu.

  • Kritik Hikmat Dalam Nalar Keresahan

    Thursday, 03 April 2014, Oleh Rangga Almahendra

    Agaknya ‘nalar keresahan’ Hikmat ini muncul akibat infeksi virus Islamophobia yang terus ditularkan dalam mainstream media di Indonesia saat ini. Media yang terus mendengungkan Islam identik dengan kekerasan, bom, poligami, pancung,dsb. Namun keresahan ini sangat bisa dipahami, karena memang berita negatif tentang 1% muslim radikal yang selalu digembar-gemborkan media. Sedangkan 99% muslim yang cinta damai, toleran dan sangat menghargai perbedaan tidak pernah diberi kesempatan untuk bersuara.

  • Film Indonesia dan Identitas Nasional dalam Kondisi Pascanasional

    Saturday, 29 March 2014, Oleh Seno Gumira Ajidarma

    Jika sinema Indonesia semula diniatkan sebagai representasi Indonesia modern, keberadaan tandem Ismail-Djajakusuma membuktikan terdapatnya gejala-gejala kondisi pascamodern, ketika istilah itu masih jauh dari dikenal, karena modernitas di Indonesia ternyata tidak menyingkirkan, melainkan hidup bersama dengan tradisi.

  • 99 Cahaya di Langit Eropa 1 & 2: Imajinasi Islam dalam Nalar Kekalahan

    Wednesday, 26 March 2014, Oleh Hikmat Darmawan

    Retorika "perdamaian" dalam Nalar Kekalahan yang tergambar di film ini jadinya tak lebih sebuah siasat untuk mencari bentuk-bentuk penaklukan yang paling mungkin dicapai dalam posisi sebagai korban dan kaum terpinggirkan itu. Bagi Rangga dan Hanum, penaklukan yang paling mungkin adalah dengan memenangi medan gaya hidup modern. Dengan menjadi sukses.

  • Siapa Penonton Film Indonesia?

    Wednesday, 08 January 2014, Oleh Dyna Herlina S

    Berdasarkan catatan film terlaris dan dua penelitian dapat disimpulkan bahwa industri film nasional berada dalam pijakan basis penonton yang labil. Orang-orang yang datang ke bioskop sejatinya bukan penonton film yang loyal.

  • Investasi Industri Film Indonesia: Lokal atau Asing?

    Thursday, 21 November 2013, Oleh Meiske Taurisia

    Daftar Negatif Investasi di bidang film, yang awalnya dikeluarkan untuk melindungi industri dalam negeri, akan diubah. Artinya modal asing boleh masuk. Apakah dampaknya pada industri film Indonesia? Apakah investasi asing akan menyetir produksi film Indonesia? Apakah industri film lokal cukup kuat menghadapi masuknya investasi asing? Pertanyaan-pertanyaan itu coba dijawab dalam tulisan ini.

  • ‘Amorira’: Jukstaposisi Jalan Kekerasan dan Jalan Damai Masa Kolonial

    Monday, 04 November 2013, Oleh Lisabona Rahman

    Film reka-ulang kedua Pastor Simon Buis dari Flores ini jauh lebih kolosal dibanding film sebelumnya. Dengan plot yang lebih rumit, ia mempertentangkan jalan kekerasan dan jalan damai dalam berhubungan dengan warga lokal pada masa kolonial.