Pustaka Festival Film di Indonesia

Tuesday, 29 December 2020, Oleh Lulu Ratna

Perbincangan mengenai festival film di Indonesia dimulai melalui tulisan mengenai pengalaman pembuat film menghadiri festival film. Awalnya tulisan tersebut terbit dalam media massa, kemudian diterbitkan bersama tulisan mengenai praktik film lainnya dalam bentuk buku

  • Kredit Produksi Film Untuk Menumbuhkan Mutu dan Industri Sekaligus

    Friday, 19 November 2010, Oleh JB Kristanto, Efix Mulyadi

    Kebangkitan kembali film Indonesia bisa ditandai dengan keluarnya SK Menteri Penerangan No. 71/SK/M/1967. Dengan Surat Keputusan itu mulailah tertanam prinsip bagaimana mengembangkan industri film Indonesia yang dianut sampai sekarang, yaitu dengan mengumpulkan dana dari impor film untuk menunjang produksi film nasional.

  • Ramai-ramai Membuat Film dengan Biaya Besar

    Friday, 19 November 2010, Oleh JB Kristanto, Marselli Sumarno

    Sesudah dilanda kelesuan produksi menjelang akhir tahun lalu, kini beberapa produser film tengah bersiap dengan rencana baru untuk bisa menerobos kelesuan tadi. Mereka berencana membuat film dengan biaya besar, untuk ukuran Indonesia, tentunya.

  • Apalagi Sesudah Festival Film?

    Friday, 17 December 2010, Oleh JB Kristanto

    Kumpulkan pendapat-pendapat mengenai film, maka hasilnya akan berkisar di antara dua kutub. Kutub kesenian di satu sisi dan kutub dagang di sisi lain.

  • Apa Sih Maunya Resensi Film Itu? Kritikus Film: Paria Superstar

    Monday, 20 December 2010, Oleh JB Kristanto

    Semua orang sudah tahu bahwa industri film melibatkan uang puluhan sampai ratusan juta rupiah jumlahnya. Semua juga sudah tahu bahwa bentuk ‘kesenian’ ini menikmati popularitas dan kemungkinan jangkauan yang lebih luas ketimbang teater atau lukisan. [...] Salah satu yang punya minat adalah wartawan.

  • Sepuluh Film Warkop, Letak Masalah pada Sutradara dan Skenario

    Monday, 27 December 2010, Oleh JB Kristanto, Marselli Sumarno

    Film-film Warkop Prambors rata-rata sukses secara komersial, meskipun tidak berarti jenis yang laku harus begitu. Rata-rata susunan cerita yang dibangun cukup sederhana, selain berkesan dangkal. Belum lagi soal daya akting yang memerlukan kemampuan khusus, mengingat sifat perekaman film yang terputus-putus.