Sheila Timothy: Pengembalian Modal Tidak Hanya dari Bioskop

Selasa, 23 September 2014, Oleh Pandji Putranda

Nah, yang perlu diingat adalah ‘pengembalian modal tidak hanya berasal dari bioskop’. Jadi kami tidak membebankan film tersebut untuk sukses di pasaran dengan banyaknya jumlah penonton. Tidak demikian, karena menurut saya itu tidak realistis. Terlebih melihat kondisi (perfilman) kita sekarang ini.”

  • Henky Solaiman: Jangan Hanya BBM, Film juga Perlu Disubsidi

    Selasa, 09 September 2014, Oleh Pandji Putranda

    Kalau tidak ada bantuan bagaimana mungkin bisa berkembang? Jadi jangan hanya BBM saja yang disubsidi, film juga perlu subsidi!, ia tertawa bersemangat.

  • Angga D Sasongko: Kalau Tidak Cedera, Belum Tentu Jadi Sutradara

    Jumat, 27 Juni 2014, Oleh Pandji Putranda

    Empat tahun setelah roman Hari untuk Amanda (2010), sutradara Angga Dwimas Sasongko yang akrab disapa Dimas kini kembali ke layar bioskop dengan memboyong rombongan tim sepak bola anak-anak Maluku ke dalam film Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014).

  • Lucky Kuswandi: Malam di Jakarta Lebih Terasa Jujur daripada Siang Hari

    Jumat, 20 Juni 2014, Oleh Pandji Putranda

    Jakarta ini lucu. Setiap kali saya meninggalkan Jakarta, saya merasa senang sekali. Tapi setelah pergi, ujung-ujungnya saya selalu kangen. Ke manapun saya pergi, saya mendapati diri saya kembali kangen dengan suasana Jakarta. 

  • Ibnu Jamil: Tujuannya Cuma Satu, Lari

    Kamis, 05 Juni 2014, Oleh Pandji Putranda

    Bagi pria yang kerap disapa Ijam ini, bermain dalam film bertema olah raga merupakan sesuatu yang senantiasa menarik. Pada Mari Lari, karakter Reza diceritakan sebagai pelari veteran yang baru saja menapaki lintasan maraton Angkor Wat, Kamboja. Sedangkan di kancah nasional, Reza juga cukup dikenal sebagai penggiat lari dari Indo Runners Club.

  • Fauzi Baadila Melawan Korupsi Lewat Film

    Rabu, 07 Mei 2014, Oleh Pandji Putranda

    Kali ini, Ia berperan sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menyuap pejabat pemerintah demi mendapatkan jatah proyek. “Saya bangga banget bisa ikut main dalam film ini. Apalagi karena bisa ikut melawan korupsi lewat film.” ujarnya.

  • Adinia Wirasti: Yang Membuat Hati Bicara, Saya Mainkan

    Kamis, 30 Mei 2013, Oleh Amalia Sekarjati

    Buat saya, pada akhirnya, seni peran adalah membuka wawasan lebih luas dan membuka awareness sedemikian peka untuk mau dan bisa menyikapi karakter lain.

  • Kolaborasi Luna, Ilya, Sigi di Pintu Harmonika

    Senin, 27 Mei 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu, Amalia Sekarjati

    Jika biasanya Luna Maya dan Sigi Wimala lebih sering terlihat berakting di depan layar, dan Ilya Sigma lebih dikenal sebagai penulis naskah, ketiganya justru berkolaborasi sebagai sutradara dalam Pintu Harmonika yang beredar mulai 23 Mei 2013.

  • Dirmawan Hatta: Pengalaman Spiritual dalam Optatissimus

    Sabtu, 25 Mei 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu

    Optatissimus menandai pertama kalinya kemunculan nama Dirmawan Hatta sebagai sutradara. Sebelumnya, alumni Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada ini lebih dikenal sebagai penulis naskah. Dua kali namanya diunggulkan sebagai penulis skenario terbaik di Festival Film Indonesia: 2008 untuk May dan 2011 dan The Mirror Never Lies.

  • Raditya Dika: Gue Membuat Apa Yang Gue Mau Tonton

    Kamis, 16 Mei 2013, Oleh Amalia Sekarjati

    Raditya Dika merasa cukup puas  atas kelahiran film barunya, Cinta Brontosaurus. Selain banyak belajar, ia merasa puas karena bisa sepenuhnya menggarap naskah untuk film ini, tanpa bantuan langsung dari orang lain.