Sekilas Mengenang Edward Pesta Sirait (7 Agustus 1942 – 12 Januari 2019)

Wednesday, 23 January 2019, Oleh Parakitri T. Simbolon

Setelah dirawat di RS Pondok Indah, Jakarta, karena komplikasi diabetes sejak Kamis 3 Januari 2019, Edward Pesta Sirait, sutradara puluhan film dan ratusan seri sinetron Indonesia, akhirnya meninggal dunia di ruang perawatannya pada hari Sabtu 12 Januari 2019, pukul 17:58 WIB. Sejak malam harinya jenazah disemayamkan di rumahduka RS Dharmais, Jakarta, lalu dimakamkan pada siang hari Senin 14 Januari di Sandiego Hills, Karawang Barat. Edward, yang disebut Edo oleh teman-temannya, meninggalkan 16 orang kesayangan terdekatnya: isterinya, Gottina Tiapul br Tambunan, empat anak dan empat menantu, serta tujuh cucu.

  • Annisa Hertami: Seni Peran Juga Penciptaan

    Tuesday, 05 June 2012, Oleh Amalia Sekarjati

    "Seni peran ini kan juga penciptaan ya, penciptaan sebuah karakter. Antara film saya yang ini dengan film saya yang lain, pasti karakternya berbeda. Di situ saya mencipta, mencipta, dan mencipta lagi."

  • Arumi Bachsin Masih Mencari

    Thursday, 10 May 2012, Oleh Redaksi FI

    Sebagai pemain film, Arumi pun mengakui bahwa dirinya masih baru dan belum bisa dikatakan sebagai seorang pelakon yang memiliki watak.

  • Joshua Suherman: Harus Bangga dengan Peran

    Friday, 04 May 2012, Oleh Redaksi FI

    "Peran-peran saya sebelumnya kecil, tapi saya selalu berusaha untuk membesarkan karakter itu. Dan itu adalah tantangan tersendiri: bagaimana orang setelah melihat akting kita, bisa terkesan bagi mereka yang menontonnya."

  • Sheila Timothy: Membuat Film Bukan untuk Propaganda

    Monday, 16 April 2012, Oleh Gayatri Nadya

    Sheila Timothy masuk ke industri film sejak menjadi produser di Pintu Terlarang. Film selanjutnya, Modus Anomali, telah mendapat beragam reaksi ketika diputar di SXSW. Berikut ceritanya tentang produksi, jenis, dan penonton film.

  • Lola Amaria: Film Punya Nasibnya Sendiri

    Sunday, 15 April 2012, Oleh Amalia Sekarjati

    Skema produksi Sanubari Jakarta bisa dibilang menarik: biaya produksi ditanggung masing-masing tim film, dan didukung tiga lembaga untuk pasca produksi. Kemudian, film diputar di jaringan bioskop komersial sebelum keliling kota dan diikutkan dalam beberapa festival.

  • Andhy Pulung Menemui Ruang Tak Terbatas

    Wednesday, 29 February 2012, Oleh Redaksi FI

    "Saat menjadi editor, ruang saya sangat terbatas. Kini saat menjadi sutradara saya menemui ruang tak terbatas. Dan itu adalah tantanganya," jelas Andhy Pulung tentang debutnya sebagai sutradara di film Keumala.

  • Ikang Fawzi Tinggal di Pesantren

    Wednesday, 29 February 2012, Oleh Redaksi FI

    "Sebelum syuting saya sempat satu bulan di pesantren, mempelajari bagaimana kehidupan para Kyai dan anak-anak santri. Saya ngobrol dengan mereka agar karakter saya keluar," kenang Ikang Fawzi.

  • Wulan Guritno di Balik Lensa Kamera

    Saturday, 25 February 2012, Oleh Redaksi FI

    Wulan Guritno ternyata tidak hanya berakting. Perlahan ia belajar bagaimana menghasilkan sebuah film. Dan di tahun 2012 ini, istri Adila Dimitri itu memberanikan diri menjadi sosok di balik lensa kamera.

  • Dinda Hauw Ingin Coba Semua Peran

    Wednesday, 22 February 2012, Oleh Redaksi FI

    "Untuk saat ini dinikmatin aja, mumpung masih muda. Seneng juga perannya menginspirasi, siapa tahu abis ini dapat peran yang berbeda."

  • HB Naveen Akan Merestorasi Ratusan Film Lama

    Monday, 20 February 2012, Oleh Redaksi FI

    Selain akan memproduksi sembilan film baru tahun ini, Naveen merestorasi ratusan film lama. Naveen optimis keputusannya itu akan berdampak positif baginya dan perusahaannya.