Film-film Lebaran Tahun Ini Lebih Beruntung?

Berita :: Penulis: Deden Ramadani

Get M4rried salah satu film Lebaran 2013Di luar kebiasaan film Indonesia yang mulai beredar pada hari Kamis setiap pekannya, La Tahzan, Moga Bunda Disayang Allah, dan Get M4rried tayang secara bersamaan pada Jumat 2 Agustus 2013. Jumlah layar untuk masing-masing film ini juga cukup banyak dibandingkan film Indonesia lainnya yang rata-rata tayang di 74 layar (Januari – Agustus 2013). Pada peredaran hari pertama, Moga Bunda Disayang Allah tayang di 112 bioskop dengan 113 layar. Begitu juga La Tahzan yang tayang di 110 bioskop dengan 110 layar, disusul Get M4rried yang tayang di 109 bioskop dengan 110 layar.

Sampai hari keempat peredaran, tidak ada perbedaan yang signifikan dengan hari pertama. Moga Bunda Disayang Allah di 115 bioskop dengan 115 layar, La Tahzan 116 bioskop dengan 116 layar, dan Get M4rried 111 bioskop dengan 111 layar. Mengacu pada peredaran jadwal tayang tahun lalu, angka peredaran masing-masing film di hari keempat ini biasanya akan terus bertahan hingga libur lebaran selesai karena sudah masuk libur lebaran. Jika diakumulasikan, maka jumlah layar untuk ketiga film ini pada hari pertama peredaran mencapai 333 layar (41,57 persen) dari 801 layar bioskop di seluruh Indonesia (Grup 21, Blitzmegaplex, dan Independen).

Perlu digaris bawahi, bioskop independen yang biasanya mendapatkan suplai film terakhir sudah bebrapa waktu terakhir tidak lagi demikian. Mungkin hal ini disebabkan oleh sejumlah bioskop independen ini sudah melngkapi diri dengan proyektor digital. Ketiga film ini beredar di beberapa bioskop independen (diluar jaringan grup 21 dan Blitzmegaplex) sejak hari pertama peredaran. Film Moga Bunda Disayang Allah beredar di 6 bioskop dengan 6 layar, Get M4rried beredar di 5 bioskop dan 5 layar, disusul La Tahzan dengan 3 bioskop dan 3 layar.

Jika melihat lebih jauh persebaran ketiga film ini berdasarkan kota, maka dapat dikatakan ketiga film ini tersebar cukup merata di 40 kota yang memiliki bioskop. Sebagai contoh dapat kita amati persebaran Moga Bunda Disayang Allah. Pada pemutaran hari pertama, film ini tayang di 32 kota (80 persen) dari 40 kota di Indonesia. Delapan kota tidak menayangkan film ini pada hari pertama peredaran karena seperti Ambon hanya memiliki satu bioskop dengan dua layar, Studio dengan kapasitas 392 kursi untuk 336,223 penduduk Kota Ambon (berdasarkan data Acuan KPU 2011). Kedua layar yang dimiliki bioskop ini sudah diisi terlebih dahulu oleh film Get M4rried dan La Tahzan. Berdasarkan data yang dihimpun filmindonesia.or.id, dari 40 kota yang memiliki bioskop (Grup 21, Blitzmegaplex dan Independen), terdapat 15 kota yang hanya memiliki satu bioskop dengan jumlah maksimal 4 layar.

 

Bulan puasa

Pada bulan puasa tahun ini (mulai 10 Juli 2013), jumlah film yang beredar tiga film. Di minggu pertama bulan puasa (11 Juli 2013) tercatat dua film, yaitu Tak Sempurna dengan 45 layar dan Petualangan Lollypop dengan 42 layar. Kedua film ini tidak dapat bertahan lebih dari satu minggu. Di minggu kedua (18 Juli 2013), film Bismillah Aku Mencintaimu beredar dengan 53 layar. Film ini bernasib serupa dengan dua film sebelumnya. Jika memang benar pendapat bahwa bulan puasa adalah bulan sepi penonton, maka pendapat tersebut akan sejalan dengan jumlah penonton ketiga film tersebut, yaitu 3,446 penonton untuk Tak Sempurna, 2,293 penonton untuk Petualangan Lollypop, dan 4,103 untuk film Bismillah Aku Mencintaimu. Konon penonton film impor pun turun 30-40 persen.

Pada minggu ketiga bulan puasa tahun ini atau tanggal 25 Juli 2013, tidak ada film Indonesia baru yang beredar. Pada minggu ini, bioskop diisi oleh film Indonesia seperti 308 dan Kerasukan yang sudah beredar sebelumnya, tapi hanya mengisi 1-2 layar.

Jelang seminggu sebelum lebaran tahun lalu, terjadi fenomena tahunan. Pada 2012, keempat film yaitu Cinta Suci Zahrana, Brandal-brandal Ciliwung, Tanah Surga…Katanya, dan Perahu Kertas  beredar secara bersamaan dengan jumlah layar yang cukup banyak jika dibandingkan dengan rata-rata jumlah layar 2012, yaitu 61 layar. Jumlah layar Perahu Kertas paling banyak: 96 layar, disusul Tanah Surga…Katanya dengan 89 layar, Cinta Suci Zahrana 88 layar dan Brandal-brandal Ciliwung 74 layar. Jika diakumulasikan, maka jumlah layar keempat film tersebut sebanyak 347 layar. Angka tersebut sedikit lebih banyak dibandingkan jumlah layar tahun ini yang berjumlah 333 layar. Akan tetapi jika diambil rata-ratanya, jumlah layar film jelang lebaran tahun ini jauh lebih banyak, yaitu sebesar 111 layar. Bandingkan dengan tahun lalu yang berkisar 86 layar. Catatan: jumlah film tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu.

Lebaran memang dianggap sebagai salah satu musim panen film Indonesia, karena liburan panjang tentu membutuhkan pengisian kegiatan hiburan tersendiri. Siklus panen ini kelihataannya sudah terbentuk: liburan akhir sekolah, liburan lebaran dan liburan akhir tahun. Masing-masing musim punya karakter sendiri. Liburan sekolah dan lebaran lebih bersuasana anak-anak dan keluarga. Produser dam importir pun menyesuaikan diri dengan siklus panen ini.

Keempat film yang beredar lebaran tahun lalu berhasil mendatangkan 1.131.213 penonton. Rinciannya : Perahu Kertas 588.615 penonton, Cinta Suci Zahrana 204.578 penonton, Tanah Surga… Katanya 183.784 penonton dan Brandal-brandal Ciliwung 154.236 penonton. Angka ini sebetulnya bisa dianggap tidak terlalu bagus bila melihat perolehan tahun-tahun sebelumnya. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih bagus.

Komentar

Silahkan masuk log terlebih dahulu untuk memberi komentar.