Mouly Surya: Mencintai Film, Memfilmkan Cinta

Monday, 06 May 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu

Mouly Surya bercerita tentang proses kreatif Don’t Talk Love, mulai dari pengembangan cerita, pemahaman komunitas tuna netra, penerjamahan ruang, hingga penyusunan gambar. Mouly juga bercerita tentang perkembangan dirinya sebagai pembuat film dan peredaran film-filmnya.

  • Surya Saputra: Mau Main Film dengan Pesan Moral yang Baik

    Wednesday, 23 November 2011, Oleh Arie Kartikasari

    Surya Saputra terkesan sangat berhati-hati dalam memilih peran yang terlihat dari jumlah film per tahun yang ia bintangi sejak 2008.

  • Yadi Sugandi: Mengapa Tidak Digital?

    Thursday, 10 November 2011, Oleh Arie Kartikasari

    "Saya bisa memaklumi mengapa seorang sutradara selalu mencari penata kamera yang sama. Ada chemistry seperti suami-istri."

  • Ifa Isfansyah: Aku Generasi 98, Bukan 65

    Wednesday, 09 November 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu

    "Film ini bukan tentang politik. Aku melihat politik itu dari sudut pandang anak-anak muda sekarang. Aku nggak ngerti peristiwa 65. Aku nggak tahu dan nggak mau sok tahu."

  • Agung Sentausa: Yang Perlu Saling Apresiasi

    Monday, 03 October 2011, Oleh Amalia Sekarjati

    Mungkin kekurangan saya adalah less productive, tapi kelebihan saya adalah keleluasaan memilih apa yang mau saya bikin. Namun, saya juga mau produktif karena terlalu banyak hal di kepala yang mau dijadikan film, yang mau dibagi.

  • Nayato Fio Nuala: Saya Buat Film Untuk Nonton Film

    Tuesday, 20 September 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu, Arie Kartikasari

    Saat ini, nama Nayato Fio Nuala beredar sebagai sutradara paling produktif di industri film nasional. Sampai September 2011, sudah ada sembilan film yang dirilis. Sepanjang kariernya sejak 2003, Nayato sudah memproduksi 50 film.

  • Syamsul Lussa: Jangankan 2014, Setahun Saja Bisa, Kok!

    Monday, 05 September 2011, Oleh Lisabona Rahman, Amalia Sekarjati

    "Semua aspek mencakup produksi, pasar, distribusi dan marketing. Kita akan garap secara keseluruhan. Sekarang ini yang lebih banyak disinggung adalah ekonomi perfilman. Sistem harus kita lihat secara utuh, untuk dalam negeri dan luar negeri." - Drs. Syamsul Lussa, MA

  • Tantangan Memvisualisasikan Konflik Batin Hamid dan Zainab

    Thursday, 25 August 2011, Oleh Arie Kartikasari

    Konflik batin itu dengan mudah bisa dituliskan di dalam novel, tetapi sulit divisualkan dalam film. Maka harus ditambahkan beberapa adegan yang menggambarkan bagaimana karakter Hamid dan Zainab merasakan suka cita, berjuang untuk bersatu, dan kesedihan mereka.

  • Chand Parwez: Saya Mencintai Industri Ini

    Monday, 22 August 2011, Oleh Amalia Sekarjati, Arie Kartikasari

    Pengalaman Chand Parwez Servia sekitar 30 tahun tentu membuat penciuman dan intuisinya terasah. Hal ini nampak pada “daya jual” film-film produksinya. Data penonton dalam empat tahun terakhir menunjukkan hampir tidak ada filmnya yang “flop”.

  • Rudi Soedjarwo: Film is a Playground

    Tuesday, 02 August 2011, Oleh Arie Kartikasari

    Saya selalu memandang film is a playground... Ada Apa Dengan Cinta datang sebagai keberuntungan untuk saya... Pada dasarnya saya tidak mau dibatasi ... Makanya saya berani bikin film, yang beberapa teman saya anggap membunuh karier saya.

  • Makna Teater Populer untuk Alex Komang

    Tuesday, 19 July 2011, Oleh Arie Kartikasari

    Mengikuti proses Alex Komang sebagai seorang aktor tentu tidak bisa dilepaskan dari Teater Populer yang didirikan oleh Teguh Karya. Dia masih mengingat proses pembelajaran yang ia alami di Teater Populer. Salah satunya saat diminta menjadi penulis skenario untuk film Doea Tanda Mata.