Benni Setiawan: Jatah Layar untuk Film Lokal Sedikit Sekali

Jumat, 18 April 2014, Oleh Pandji Putranda

Saya justru menyayangkan soal distribusi layar bioskop. Katakanlah begini, seharusnya ada kesempatan bagi film-film Indonesia untuk jadi tuan rumah. Kasih kesempatan lebih besar agar jumlah orang yang nonton juga makin banyak. 

  • Nani Widjaja: Lima Dasawarsa di Film dan Televisi

    Kamis, 23 Pebruari 2012, Oleh Arie Kartikasari

    Menyikapi bahwa semua peran sama pentingnya adalah kunci Nani Widjaja dalam menjalani pekerjaannya.

  • Shalahuddin Siregar: Uang Penting untuk Kesinambungan Karya

    Jumat, 30 Desember 2011, Oleh Amalia Sekarjati

    Film Negeri di Bawah Kabut memenangkan Special Jury Prize pada Dubai Film Festival 2011 awal Desember lalu. Shalahuddin Siregar bicara tentang film, pilihan festival, dan tentang dokumenter itu sendiri.

  • Lalu Roisamri: JIFFest Merancang Format Baru

    Senin, 05 Desember 2011, Oleh Lintang Gitomartoyo, Amalia Sekarjati

    Lalu Roisamri, Direktur JIFFest, bercerita tentang pembatalan acara, pendanaan, serta dukungan pemerintah dan publik.

  • Surya Saputra: Mau Main Film dengan Pesan Moral yang Baik

    Rabu, 23 November 2011, Oleh Arie Kartikasari

    Surya Saputra terkesan sangat berhati-hati dalam memilih peran yang terlihat dari jumlah film per tahun yang ia bintangi sejak 2008.

  • Yadi Sugandi: Mengapa Tidak Digital?

    Kamis, 10 November 2011, Oleh Arie Kartikasari

    "Saya bisa memaklumi mengapa seorang sutradara selalu mencari penata kamera yang sama. Ada chemistry seperti suami-istri."

  • Ifa Isfansyah: Aku Generasi 98, Bukan 65

    Rabu, 09 November 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu

    "Film ini bukan tentang politik. Aku melihat politik itu dari sudut pandang anak-anak muda sekarang. Aku nggak ngerti peristiwa 65. Aku nggak tahu dan nggak mau sok tahu."

  • Agung Sentausa: Yang Perlu Saling Apresiasi

    Senin, 03 Oktober 2011, Oleh Amalia Sekarjati

    Mungkin kekurangan saya adalah less productive, tapi kelebihan saya adalah keleluasaan memilih apa yang mau saya bikin. Namun, saya juga mau produktif karena terlalu banyak hal di kepala yang mau dijadikan film, yang mau dibagi.

  • Nayato Fio Nuala: Saya Buat Film Untuk Nonton Film

    Selasa, 20 September 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu, Arie Kartikasari

    Saat ini, nama Nayato Fio Nuala beredar sebagai sutradara paling produktif di industri film nasional. Sampai September 2011, sudah ada sembilan film yang dirilis. Sepanjang kariernya sejak 2003, Nayato sudah memproduksi 50 film.

  • Syamsul Lussa: Jangankan 2014, Setahun Saja Bisa, Kok!

    Senin, 05 September 2011, Oleh Lisabona Rahman, Amalia Sekarjati

    "Semua aspek mencakup produksi, pasar, distribusi dan marketing. Kita akan garap secara keseluruhan. Sekarang ini yang lebih banyak disinggung adalah ekonomi perfilman. Sistem harus kita lihat secara utuh, untuk dalam negeri dan luar negeri." - Drs. Syamsul Lussa, MA

  • Tantangan Memvisualisasikan Konflik Batin Hamid dan Zainab

    Kamis, 25 Agustus 2011, Oleh Arie Kartikasari

    Konflik batin itu dengan mudah bisa dituliskan di dalam novel, tetapi sulit divisualkan dalam film. Maka harus ditambahkan beberapa adegan yang menggambarkan bagaimana karakter Hamid dan Zainab merasakan suka cita, berjuang untuk bersatu, dan kesedihan mereka.