JAFF 2013: Dua Piala untuk Denok dan Gareng

Berita :: Penulis: Arie Kartikasari

Film Denok dan Gareng (Dwi Sujanti Nugraheni, Indonesia) mendapatkan dua piala dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2013: NETPAC Award dan Silver Hanoman Award. Adapun Golden Hanoman Award diraih oleh Television (Mustafa Faroqi, Bangladesh). Dewan juri NETPAC, terdiri dari Hassan Abd Muthalib (Malaysia), Hikmat Darmawan (Indonesia) dan Jajang C Noer (Indonesia), menilai Denok dan Gareng memiliki kedekatan dengan subjeknya, hingga berhasil menangkap momen-momen intim dalam keseharian subjek dan merekam komentar sosial sang subyek yang bisa dianggap sebagai suara kaum pinggiran. U-Wei Bin Haji Saari (Malaysia), Stanley Kwak (Korsel), dan JB Kristanto (Indonesia), selaku dewan juri JAFF, mencatat Television mampu mengangkat permasalahan fundamentalisme agama dan mengemasnya dalam bentuk komedi.

Pengumuman yang berlangsung di Kafe Taman Empire XXI juga memberikan Blencong Award, penghargaan khusus film pendek, kepada The Last Stop Called Ghost Chimney (Tetsuya Tomina, Jepang) dan Sepatu Baru (Aditya Ahmad, Indonesia). Juri yang terdiri dari Tetsuaki Matsue (Jepang), Prisia Nasution (Indonesia), dan Arie Syarif (Indonesia), mencatat The Last Stop Called Ghost Chimney memiliki penanaman cerita yang baik dan pengambilan gambar yang efektif. Film tersebut mampu menggabungkan mitos dan realitas yang sejalan, serta membuat penonton yang tidak akrab dengan mitos tersebut terap merasa dekat.

Geber Award diberikan kepada Rocket Rain (Anggun Priambodo, Indonesia) serta penghargaan juri diberikan kepada Jalanan (Daniel Ziv, Indonesia). Dewan juri yang merupakan perwakilan dari komunitas, terdiri dari Bowo Leksono (CLC Purbalingga), Novi Hanabi (Kine Klub UMM), dan Surya Adhy Wibowo (Komunitas Dokumenter), mencatat Rocket Rain mampu menampilkan cerita yang digarap dengan unsur fun, sederhana, dan kerap ditemui sehari-hari namun digarap dengan cara yamg diluar pakem.  Sedang Jalanan dianggap memiliki konsistensi karakter yang cukup baik serta memiliki kedewasaan dalam sistem produksinya.

JAFF yang berlangsung sejak 29 November - 7 Desember memutar 80 film dari 14 negara di Empire XXI dan Taman Budaya Yogyakarta. Sekitar 6.450 orang menghadiri berbagai program, dari pemutaran utama, pemutaran khusus, hingga public lecture. Penonton dan peserta public lecture didominasi oleh komunitas film di Indonesia.

 

Golden Hanoman Award

Television (Mustafa Faroqi, Bangladesh)

 

Silver Hanoman Award

Denok dan Gareng (Dwi Sujanti Nugraheni, Indonesia)

 

Blencong Award

The Last Stop Called Ghost Chimney (Tetsuya Tomina, Jepang)

 

NETPAC Award

Denok dan Gareng (Dwi Sujanti Nugraheni, Indonesia)

 

Geber Award

Rocket Rain (Anggun Priambodo, Indonesia)

 

Penghargaan juri

Jalanan (Daniel Ziv, Indonesia) dan Sepatu Baru (Aditya Ahmad, Indonesia)

Komentar

Pemberian komentar tidak diakifkan.