Jojon Berpulang

Berita :: Penulis: Adrian Jonathan Pasaribu

Jojon dalam film Badai di Ujung NegeriKomedi Indonesia berduka. Pada 6 Maret 2014, Djuhri Masdjan alias Jojon tutup usia pada jam 06.10 WIB di RS Ramsey Premier Jatinegara, Jakarta. Pihak rumah sakit mengkonfirmasi bahwa pelawak legendaris kelahiran 5 Juni 1947 ini terkena serangan jantung. Siangnya, pada jam 11.00, beliau dikebumikan di TPU Kebon Pedes, Bogor.

Lahir di Karawang, Jojon dikenal khalayak nusantara dari kumisnya yang mirip dengan kumis Charlie Chaplin dan Adolf Hitler. Juga dari celana bretel menggantung dan celana kedodoran yang menjadi kostum khasnya. Penampilan ini lekat pada sosok Jojon sejak penampilan publik pertamanya bersama Jayakarta Group, grup lawak yang ia dirikan bersama Hasanuddin atau U’u, Suprapto atau Esther, Chaplin, dan Cahyono. Grup lawak ini tenar pada dekade 70 dan 80, salah satunya karena  dalam acara Kamera Ria dan Aneka Ria Safari di TVRI.

Kiprah Jojon di dunia film juga berlangsung pada periode yang sama. Pada 1980, ia tampil perdana dalam film layar lebar, dalam Tiga Dara Mencari Cinta yang disutradarai Djun Saptohadi. Setahun kemudian, Jojon beradu akting dengan kawan sesama pelawak, Cahyono dan Hasanuddin, dalam Apa Ini Apa Itu. Kerjasama serupa terulang lagi dalam Oke Boss pada tahun yang sama dan Barang Antik pada 1983.

Pada dekade 90, anggota Jayakarta Group hengkang satu per satu. Empat di antaranya, termasuk Jojon, memilih untuk bersolo karier. Tinggal Cahyono yang bertahan menjadi satu-satunya anggota Jayakarta Group. Jojon kemudian aktif tampil di berbagai acara lawak televisi, baik sebagai dirinya sendiri maupun sebagai kolaborator bersama generasi pelawak baru.

Baru pada 2005, Jojon kembali ke layar lebar. Ia mendapat peran pendukung dalam Vina Bilang Cinta, beradu akting dengan Rachel Maryam dan Delon. Pada 2008, Jojon tampil dalam Doa yang Mengancam dan Setannya Kok Masih Ada?, yang ia lanjutkan pada tahun berikutnya dengan penampilan dalam Mau Dong Ah dan Kalau Cinta Jangan Cengeng. Film produksi 2011 garapan Agung Sentausa, Badai di Ujung Negeri, menjadi penutup kiprah Jojon di layar lebar.

Komentar

Pemberian komentar tidak diakifkan.