Kronik Film Indonesia 2012

Berita :: Penulis: Arie Kartikasari

JANUARI

2 Januari 2012

Aktor Bombom Gumbira wafat di Jakarta sekitar pukul 21.00. Almarhum meninggal setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir keesokan harinya. 

11 Januari 2012

Asian Film Awards diselenggarakan pada 11-15 Januari 2012. Lovely Man menjadi salah satu nominasi film terbaik. Donny Damara meraih predikat actor terbaik. Mirror Never Lies mendapatkan dua nominasi: Gita Novalista mendapatkan nominasi Best Newcomer dan Rachmat Syaiful mendapatkan nominasi Best Cinematographer.

13 Januari 2012

Aktris sekaligus pembawa acara Valia Rahma meninggal dunia pada usia 26 tahun. Sebelumnya almarhumah mengalami koma,serta menjalani operasi di RS Kasih Ibu (Bali), akibat kecelakaan sepeda motor. Jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir (Jakarta Selatan), pada 14 Januari 2012.

25 Januari 2012

Rotterdam International Film Festival berlangsung sampai dengan tanggal 5 Februari. Pada Festival ini Film Parts of The Heart yang disutradarai oleh Paul Agusta masuk seleksi resmi program Bright Future. Film Garin Nugroho yang berjudul Mata Tertutup diputar pada program Spectrum. Pada Spectrum Short, Shelter yang disutradarai oleh Ismail Basbeth menjadi satu-satunya film pendek asal Indonesia yang diputar di program tersebut.

27 Januari 2012

Film pendek yang disutradarai oleh BW Purbanegara, Bermula dari A, berkompetisi di Clermont-Ferrand International Short Film Festival.  Festival berlangsung 27 Januari – 4 Februari.

 

FEBUARI

3 Februari 2012

• Aktor HIM Damsyik menghembuskan nafas terakhirnya di RS Puri Cinere, Jakarta Selatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan penurunan kekebalan tubuhnya karena sumsum tulang belakang yang tidak menghasilkan antibodi lagi.  Sebelumnya almarhum dirawat di RS MMC Kuningan, Jakarta, karena demam berdarah, dan sempat membaik. Kakek dari 30 cucu ini dimakamkan di TPU Karet Bivak.

• Ganesha Film Festival diselenggarakan oleh Liga Film Mahasiswa Institut Teknologi Bandung pada 3-4 Februari 2012. Film Teru Teru Bozu (Semarang) mendapat empat dari lima penghargaan kompetisi film pendek Ganesha Film Festival 2012 (Ganffest 2012). Film ini meraih penghargaan Dalang Mumpuni (Sutradara Terbaik), Lakon Mumpuni (Pemain Terbaik), Sasauran Pangsaena (Ide Terbaik), dan Gajah Emas (Film Terbaik). Sedangkan penghargaan Gading yang Tak Retak (Teknis Terbaik) diraih oleh film Saving Brother (Yogyakarta).

6 Februari 2012

• Psikosinema Festival diselenggarakan pada 6-11 Februari 2012. Himpunan Mahasiswa Psikologi Atma Jaya (HIMAPSI), penyelanggara, memutar film dengan tema "Kaum Muda Urban", baik film klasik maupun dokumenter terkini, yang disertai dengan diskusi.

• Film Ada Apa Dengan Cinta diputar kembali 9-12 Februari 2012. Film ini diputar untuk memperinati 10 tahun beredarnya film tersebut.

• Festival Film Internasional Berlin diselenggarakan pada 9-19 Februari 2012. Film Kebun Binatang berkompetisi untuk meraih Golden Bear. Film The Mirror Never Lies berkompetisi pada program Generation untuk meraih penghargaan Crystal Bear. Film pendek Seven Deadly Kisses karya Sammaria Simanjuntak diputar pada program Berlinale Shorts. Film dokumenter Children of Srikandi diputar pada program Panorama.

15 Febuari 2012

Film Kebun Binatang diputar perdana di Festival Film Internasional Berlin. 

22 Februari 2012

South to South Film Festival dilaksanakan 22-26 Februari 2012 di Jakarta. Juri memutuskan tidak ada pemenang untuk film pendek fiksi, namun dua film yang mendapat Special Mention adalah Jakarta 2012 karya Andra Fembriarto dan Kalung Sepatu karya Dwi Astuti. Film Pendek Dokumenter Terbaik diraih Surat Cinta buat Sang Prada karya Wenda Maria. Penghargaan Special Mention film dokumenter diberikan untuk film Sop Buntut karya Deden Ramadani.

 

MARET

9 Maret 2012

Modus Anomali diputar perdana pada SXSW Film Festival yang berlangsung 9-18 Maret 2012 di Austin, Texas. Selain Modus Anomali, film The Raid juga diputar di festival yang sama.

12 Maret 2012

Aktor Kaharuddin Syah meninggal dunia pada usia 69 tahun, di RS Pusat Pertamina (Jakarta). Almarhum diberitakan sudah lama menderita pernyakit maag, dan dianalisa mengidap kanker, 2 minggu sebelum kepergiannya. Ayah 4 anak, serta kakek 3 cucu ini dimakamkan secara militer di TPU Kamboja (Jakarta).

15 Maret 2012

Bulan Film Nasional 2012: Sejarah adalah Sekarang 6 diselenggarakan Kineforum 15 - 31 Maret 2012.

19 Maret 2012

• Edwin menerima penghargaan Edward Yang New Talent Award di Asian Film Award.

• The Seen and Unseen, proyek film yang disutradarai Kamila Andini, mendapatkan penghargaan Wouter Barendrecht Award. Penghargaan berupa uang sejumlah HK$ 50,000 (sekitar US$6,410) untuk mendanai produksi film tersebut. Penghargaan diumumkan pada Hong Kong Asia Film Film Financing Forum, 19-21 Maret 2012.

28 Maret 2012

Hasil restorasi Lewat Djam Malam untuk pertama kalinya diputar di National Museum of Singapore (NMS). Materi putar baru 95% direstorasi.

 

APRIL

5 April 2012

Malang Film Festival berlangsung 5-7 April 2012. Kompetisi film fiksi pendek kategori umum dimenangkan oleh Gamelan Noise (Andra Fembrianto), sedangkan Yang Diatas adalah Loteng (Ika Hidayatul Rizki) memenangkan kategori pelajar. Juri memutuskan tidak ada pemenang pada kompetisi dokumenter. Keputusan tersebut diambil karena tidak ada film yang memenuhi kriteria: riset yang matang, story telling yang jelas dan treatment yang baik. 

11 April 2012

Pendiri Sinematek Indonesia, sutradara, dan penulis skenario, H. Misbach Jusa Biran meninggal dunia pada usia 78 tahun. Sebelumnya almarhum menjalani perawatan di Eka Hospital, Tangerang, sejak 31 Maret 2012 karena gangguan pernafasan. Ayah dari enam anak ini, dimakamkan di Pondok Pesantren Al Ihya, Ciomas, Bogor.

29 April 2012

Dilema meraih predikat film terbaik pada DetectiveFEST di Moscow, Rusia.

27 April 2012

KidsFfest tahun keempat berlangsung pada 27-29 April dan 4-6 Mei di Jakarta.

28 April 2012

Festival Film Purbalingga digelar pada 28 April - 26 Mei 2012. Selama hampir satu  bulan ini Festival diisi oleh kegiatan layar tanjleb dan pemutaran film-film kompetisi serta malam penganugerahan. Mentari di Sambirata (Astri Rakhma Adisty, SMA Negeri 1 Rembang) mendapatkan penghargaan film fiksi SMA terbaik. Bangku untuk Remaja (Dwi Astuti, SMA Negeri Kutasari) mendapatkan penghargaan film dokumenter terbaik. Langka Receh (Miftakhatun dan Eka Susilawati, SMP Negeri 4 Satu Atap Karangmoncol) mendapatkan penghargaan film fiksi SMP terbaik.

 

MEI

6 Mei 2012

Pemutaran perdana film Anak-Anak Srikandi di Indonesia, bertempat di Goethe Institute Jakarta. Sebelumya film ini diputar pada program Panorama di Festival Film Internasional Berlin 2012.

9 Mei 2012

Festival Film Solo kedua digelar 9-13 Mei 2012. Film pendek Payung Merah (Andri Cung & Edward Gunawan) meraih penghargaan Ladrang Award, sedangkan Langka Receh (Miftakhatun dan Eka Susilawati) meraih penghargaan Gayaman Award.

12 Mei 2012

• Festival Film Bandung (FFB) ke 25 digelar. Tahun ini penghargaan Film Terpuji diraih oleh The Mirror Never Lies.

Naga yang Berjalan Di Atas Air, film dokumenter produksi bersama Forum Lenteng dan Komunitas Djuanda, tayang perdana di XXI Taman Ismail Marzuki.

14 Mei 2012

Sutradara dan penulis skenario Ir Mochtar Soemodimedjo MA meninggal dunia pada pukul 02.25, di usia 71 tahun. Almarhum dimakamkan di TPU Cinere.

17 Mei 2012

Lewat Djam Malam hasil restorasi diputar di Festival Cannes dalam program Cannes Classics.

• Perpustakaan Nasional RI (PNRI) meluncurkan situs web dan portal layanan informasi. Salah satu bagiannya adalah halaman Dokumentasi Perfilman Indonesia, bekerja sama dengan Sinematek Indonesia.

30 Mei 2012

Indonesia Movie Award diselenggarakan untuk ke-6 kalinya.

 

JUNI

16 Juni 2012

Lovely Man mendapat penghargaan sebagai film terbaik di Tel Aviv International LGBT Film Festival. Film Parts of the Heart menjadi official selection pada festival tersebut.

18 Juni 2012

Hasil restorasi Lewat Djam Malam untuk pertama kalinya diputar di Indonesia, bertempat di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta.

21 Juni 2012

Hasil restorasi film Lewat Djam Malam diputar di bioskop komersil Indonesia.

30 Juni 2012

Restorasi film Lewat Djam Malam dijadikan studi kasus dalam program pendidikan restorasi film, Film Restoration Summer School/FIAF Summer School 2012 di Bologna, Italia. Panel yang berlangsung di Sala Cervi, Fondazione Cineteca di Bologna ini diisi oleh Zhang Wenjie (National Museum of Singapore), Lintang Gitomartoyo (Yayasan Konfiden), Lisabona Rahman (mahasiswa preservasi film di Belanda), Douglas Laible (World Cinema Foundation) dan Davide Pozzi (L’Immagine Ritrovata). Setelah panel studi kasus, film Lewat Djam Malam diputar sebagai bagian program festival Il Cinema Ritrovato

 

JULI

1 Juli 2012

Mitra Film, satu dari dua laboratorium film yang ada di Indonesia, menutup perusahaannya. Selain fasilitias mixing suara berikut transfer digital ke optikal yang baru selesai dibangun, laboratorium pencucian serta penggandaan film (seluloid) pun berhenti beroperasi.Penutupan ini adalah imbas dari digitalisasi jaringan bioskop yang menyebabkan tidak lagi diperlukan film seluloid dalam penayangan.

22 Juli 2012

• Puchon International Fantastic Film Festival diselenggarakan pada 22-25 Juli 2012. Pada pogram Puchon Choice (feature), film Belenggu diputar perdana. Sedangkan untuk film pendeknya diputar Taxi Taxi (Arianjie AZ & Nadia Yuliani). Film Hi5teria diputar pada progam World Fantastic Cinema dan Parts Of The Heart diputar pada program Vision Express.

• Program Project Spotlight, Network of Asian Fantastic Film (NAFF) tahun 2012 ini secara khusus memilih proyek film yang berasal dari Indonesia. Kelima film tersebut adalah Blue Blood (Billy Christian), Beautiful Beast (Paul Agusta), Trauma (Sidi Saleh), Curious Grandmas: The Murder of Annet van Houten (Lucky Kuswandi), Homestay (Nitta Nazyra C Noer). Proyek Billy Christian keluar sebagai pemenang dan mendapatkan dana hibah 10 juta Won.

 

AGUSTUS

1 Agustus 2012

Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya mengikuti kompetisi di Festival Film Locarno, Swiss. Festival berlangsung pada 1-11 Agustus 2012.

11 Agustus 2012

Melalui rapat umum anggota di Newseum, Jakarta, Sahabat Sinematek resmi dibentuk. Sahabat Sinematek adalah perkumpulan terbuka untuk mewadahi partisipasi langsung publik dalam memajukan pelestarian warisan budaya pandang-dengar di Indonesia. Selama empat tahun pertama, kepengurusan Sahabat Sinematek akan dipegang oleh Yuki Aditya.

 

SEPTEMBER

12 September 2012

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 115 Tahun 2012 tentang Pembebasan Pajak Hiburan untuk Produksi Film Nasional. Peraturan ini ditetapkan tanggal 12 September 2012, dan berlaku surut sejak 17 Agustus 2012. Peraturan ini mengatur pengusaha bioskop yang memutar film nasional di wilayah DKI Jakarta untuk mengembalikan 75% dari pajak hiburan kepada pemilik film. Sebelumnya pajak tontonan yang besarnya 10% dari hagra tiket itu disetor ke kas Pemprov sesuai Perda No. 13 Tahun 2012

22 September 2012

Bermula dari A (BW Purbanegara) dan Shelter (Ismail Basbeth) mengikuti kompetisi di Vladivostok International Film Festival untuk kategori film pendek. Begitu juga dengan Kebun Binatang (Edwin) di kategori film panjang. Festival berlangsung 22-28 September 2012. Bermula dari A meraih predikat film pendek terbaik pada kompetisi ini.

25 September 2012

Sang Penari resmi ditetapkan sebagai wakil Indonesia dalam kompetisi Film Berbahasa Asing, Academy Award ke-85.

 

OKTOBER

1 Oktober 2012

Sutradara muda Kamila Andini lolos seleksi program Cannes Cinefoundation, dalam rangka pengembangan film panjang keduanya The Seen and The Unseen. Ia mengikuti program residensi di Paris sampai dengan Februari 2013.

4 Oktober 2012

Festival Film Internasional Busan (BIFF) 2012 memutar 6 film Indonesia. Kebun Binatang, Sang Penari, Soegija, Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya, dan Hello Goodbye diputar pada program A Window on Asian Cinema. Sedangkan Modus Anomali diputar pada program Midnight Passion. BIFF berlangsung pada tanggal 4-13 Oktober 2012. Sutradara Indonesia, Edwin menjadi juri pada program film pendek.

8 Oktober 2012

Indonesia Film Festival ke-7 diselenggarakan di RMIT Capitol Theater, Melbourne, Australia. Beberapa film Indonesia yang diputar antara lain: Berandal-berandal Ciliwung, Lovely Man, Mama Cake, Demi Ucok.

9 Oktober 2012

Melalui konferensi pers, Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sulistyo S Tirtokusumo menjelaskan rencana pendirian jurusan film di empat institusi seni dan budaya: Banda Aceh, Samarinda, Makassar, dan Jayapura. Selain itu ia juga menyampaikan rencana lokakarya bertema “Filmku Bangsaku” di Jakarta, Bandung, Denpasar, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar pada 22 Oktober hingga 30 November 2012.

Pemerintah juga akan menyewa hak tayang  film produksi nasional. 9 Oktober hingga 24 November 2012 dilakukan seleksi terhadap film-film yang sudah diproduksi pada tahun 1980-2011. Sebanyak 20 judul film yang lolos berdasarkan kriteria yang telah ditentukan akan ditayangkan selama satu tahun ke seluruh pelosok tanah air melalui bioskop rakyat, mobil keliling dan sekolah.

10 Oktober 2012

Lewat Djam Malam hasil restorasi diputar pada program Treasures from The Archive, Festival Film London 2012. Festival berlangsung sejak tanggal 10-21 Oktober 2012, sedangkan LDM sendiri diputar pada 19 Oktober 2012, dengan tiket yang terjual habis.

11 Oktober 2012

Lewat konfrensi pers di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Wakil Mendikbud bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti menyampaikan beberapa program kementerian untuk mendukung film pendek Indonesia. Antara lain: penyediakan fasilitas produksi film pendek, dalam bentuk pembiayan dan pendampingan proses pembuatan, mulai praproduksi sampai pascaproduksi.

19 Oktober 2012

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan dua program dukungan terhadap film pendek di Indonesia untuk kegiatan dalam dan luar negeri. Pertama adalah insentif Rp. 250 juta untuk 10 penyelenggara festival film pendek dalam negeri, yang berlangsung 1 November - 4 Desember 2012. Sedangkan untuk yang kedua terbagi menjadi tiga kegiatan: insentif bagi penggiat festival film pendek di Indonesia yang akan menghadiri kegiatan di festival-festival film internasional, kegiatan promosi berupa seleksi 200 film pendek yang akan dikirimkan ke festival film internasional, pemberian insentif kepada 16 pembuat film pendek Indonesia yang merupakan apresiasi atas prestasi mereka. Penerima untuk tiga kegiatan tersebut dibuka sampai dengan 27 November 2012.

20 Oktober 2012

Atambua 39C berkompetisi di Tokyo International Film Festival 2012. TIFF 2012 juga menghadirkan program khusus Indonesian Express dan memutar beberapa film Indonesia, antara lain: Soegija (Garin Nugroho), Mata Tertutup (Garin Nugroho), Kebun Binatang (Edwin), Babi Buta yang Ingin Terbang (Edwin), Laskar Pelangi (Riri Riza), dan Sang Pemimpi (Riri Riza).

22 Oktober 2012

Balinale International Film Festival diselenggarakan 22-28 Oktober 2012. Festival ini dibuka dengan pemutaran perdana Jakarta Hati. Lovely Man mendapat penghargaan Audience Choice Award, Best Feature & Best Overall Film.

28 Oktober 2012

Q! Film Festival tahun ke sebelas dibuka pada 28 September 2012 dengan pemutaran film Parts of the Heart. Beberapa film Indonesia yang diputar pada festival ini antara lain: Negeri Di Bawah Kabut (Shalahudin Siregar), Kita Versus Korupsi, Surprise! (Aldi Samosa Karim), Arisan! 2, Dilema, Children of Srikandi, Wariazone (Kiwa & Terje Toomistu). Pada program Local Flavour yang berisi film pendek asal Indonesia, beberapa film yang diputar antara lain: Payung Hitam (Chairun Nissa), Buang (Andri Cung, William Chandra), Garis Bawah (Ray Farandy), dan Guk! (William Chandra).Secara resmi Q! Film Festival berakhir pada tanggal 6 Oktober 2012. Namun penyelenggara masih melakukan pemutaran film-film festival tersebut, sampai dengan 31 Oktober 2012.

 

NOVEMBER

6 November 2012

Mirror Never Lies memenangkan Best Children’s Feature Film di Asia Pasific Screen Awards 2012 di Brisbane Australia.

11 November 2012

Komunitas Sinema Semarang dengan dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Lawang Sewu Festival yang pertama. Lencana Tukang Sapu (Gunawan) menjadi film pendek terbaik pertama Sebuah Kisah dari Mawar (Retno Putri Andriani) kedua, dan Skeptis (M Malik Arfian) ketiga. Pada kategori pelajar, terbaik pertama diraih oleh Puncak (Lutfi Kukuh Prasetyo), Untuk Ibu (Rizky Dwi Wibowo) kedua, dan Kejar (Yohanes Dwi Cahyo Purnomo) ketiga.

14 November 2012

Film dokumenter Denok dan Gareng (Dwi Sujanti Nugraheni) terpilih untuk berkompetisi  di International Documentary Film Festival Amstredam, Competition for First Appearance, Belanda.

15 November 2012

Tiga produksi film Indonesia lolos seleksi Hubert Bals Fund (HBF) untuk periode Musim Gugur 2012. On Mother’s Head (Putu Kusuma Widjaja), Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta (Mouly Surya) mendapat bantuan dana sebesar 30.000 Euro untuk pasca produksi. Sementara itu, Atambua 39C (Riri Riza) memperoleh 15.000 Euro untuk distribusi.

16 November 2012

Lewat rapat pleno, Tim Seleksi FFI 2012 berhasil merampungkan pekerjaannya dan memilih 15 film lolos seleksi dari keseluruhan 45 film yang telah didaftarkan.

21 November 2012

Jambore Film Pendek diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 21-25 November 2012 di Bumi Perkemahan Cibubur. Acara diisi dengan pemutaran film, lokakarya produksi film yang diikuti oleh 50 komunitas film.  Pada malam penutupan diumumkan film-film pemenang. Film Pendek Terbaik diraih Book (Erric DJ & Mursy Darmawan), Cerita Film Pendek Terbaik diraih Cuma 5 Ribu (Yusuf Radjamuda), Poster Film Pendek Terbaik diraih Teru Teru Bozukarya (Dimec Tirta Fananta), serta Penghargaan Khusus Dewan Juri untuk Langka Receh (Eka Susilawati & Mifkhatun).

27 November 2012

• Gaffer senior Mulyadi berpulang pada usia 54 tahun, setelah sebelumnya mengalami gangguan pernafasan yang disebabkan oleh serangan jantung. Selain menjadi gaffer di produksi iklan dan film Indonesia, almarhum juga ikut dalam beberapa produksi asing yang mengambil lokasi syuting di Indonesia, dan masih produktif sampai akhir hidupnya.

• FFI mengumumkan daftar nominasi untuk empat kategori: film bioskop, FTV, film pendek, dan film dokumenter.

28 November 2012

Sundance Film Festival mengumumkan daftar film yang masuk seleksi 2013, salah satu di antaranya Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta. Karya Mouly Surya ini menjadi film Indonesia pertama yang masuk kompetisi Sundance.

29 November 2012

Bermula dari A (BW Purbanegara) meraih penghargaan film pendek terbaik di Hanoi International Film Festival.

 

DESEMBER

1 Desember 2012

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) digelar untuk yang ketujuh kalinya pada tanggal 1-5 Desember 2012. Film Negeri di Bawah Kabut (Shalahudin Siregar) meraih tiga penghargaan: NETPAC Award, Geber Award, dan penghargaan khusus dari tim juri JAFF. Postcard from the Zoo (Edwin) meraih Silver Hanoman.

2 Desember 2012

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar acara penghargaan Apresiasi Film Indonesia, di Sentul International Convention Center. Mata Tertutup (Garin Nugroho) menjadi Film Cerita Panjang Terunggul dan meraih lima penghargaan.

3 Desember 2012

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan insentif uang tunai Rp 50 juta dipotong pajak kepada 15 pembuat film pendek Indonesia. Kemendikbud melihat program ini adalah bentuk perhatian dan dukungan terhadap perkembangan kemajuan dan pembinaan film pendek di Indonesia. Kelima belas orang tersebut adalah: Gotot Prakosa, Faozan Rizal, BW Purbanegara, Tonny Trimarsanto, Yuli Andari, Chairun Nissa, Ariani Darmawan, Ismail Basbeth, Eddie Cahyono, Yosep Anggi Noen, Aryo Danusiri, Hafiz Rancajale, Bowo Leksono, dan Ari Rusyadi.

4 Desember 2012

• Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu melantik sembilan pejabat Eselon I di lingkungan Kemantriannya. M Ahman Sya menggantikan tugas Ukus Kuswara sebagai Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya. Ukus kemudian menjabat sebagai Sekjen Kemenparekraf. Selain itu Syamsul Lussa dilantik menjadi Staf Ahli Menteri bidang Hubungan Antar Lembaga. Jabatan sebelumnya sebagai Direktur Pembinaan Industri Perfilman belum ada penggantinya. Tugas sementara dijalankan oleh Mumus Muslim, Sekretaris Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya.

• Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan pada pemenang Lomba Penulisan Skenario Film Cerita Anak, Nasionalisme, dan Kepahlawanan. Pemenang terbagi menjadi pemenang pertama, kedua, ketiga, serta juara harapan pertama, kedua dan ketiga. Keenam skenario terbaik itu, antara lain: Banten 1888 (Munirodin), Piala Paijo (Wahyu Puspandrio), Hari Merdeka untuk Maxine (Any Wahyuni), Perempuan Menjebol Gunung (Bima Sakti Raisuli), Perjanjian Para Istri (Haryo Guritno), dan Anak-anak Alam (Rizki Sulaiman Salim).

5 Desember 2012

Festival Film Dokumenter se-Asia Tenggara Chop Shots untuk pertama kalinya digelar. Festival ini berlangsung pada 5-9 Desember 2012. Pada program DocNet Campus, turut serta pembuat film dokumenter dari Indonesia, antara lain: Ariani Djalal, Dewi Yanti, Eni Hidayati, Yudha Fitranto, dan Yuli Andari. Pada malam penutupan diumumkan pemenang kompetisi. Dua di antaranya adalah Bukit Bernyawa (Steve Pillar Setiabudi) yang memenangkan Best SEA Short Documentary dan Denok & Gareng (Dwi Sujanti Nugraheni) yang meraih 2nd Best International.

6 Desember 2012

Penghargaan Piala Maya, yang merupakan inisiatif media apresiasi @film_indonesia, digelar untuk pertama kalinya. Lovely Man terpilih menjadi Film Terbaik. Piala Maya melaksanakan pemutaran pada tanggal 6-7 dan 11-13 Desember, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan pada tanggal 15 Desember.

8 Desember 2012

• Malam penganugerahan Festival Film Indonesia diadakan di Benteng Vrederberg, Yogyakarta. Tanah Surga...katanya menjadi film terbaik dan memboyong enam penghargaan.

• Festival Sinema Perancis di Jakarta dilaksanakan pada 8-10 Desember. Pada malam penutupan, diumumkan film pendek terbaik Kompetisi Film Pendek Nasional Festival Sinema Perancis. Film Penghulu (Destri Tsurayya, Forum Film Pelajar Bandung) terpilih menjadi film terbaik pilihan juri dan Waktu Kunjung Pacar (Nizar, Sinematografi UI) menjadi film pilihan penonton.

 

10 Desember 2012

Festival Film Dokumenter (FFD) ke 11 dilaksanakan hingga tanggal 15 Desember. Pada malam penghargaan diumumkan film Teladan Totem Pro Parte (Suryo Buwono, SMAN 1 Yogyakarta) menjadi pemenang Film Dokumenter kategori pelajar. Film Jadi Jagoan a la Ahok (Chandra Tanzil dan Amelia Hapsari) menjadi pemenang Film Dokumenter Pendek. Tahun ini FFD memutuskan tidak ada pemenang Film Dokumenter Panjang.

17 Desember 2012

International Film Festival Rotterdam (IFFR) mengumumkan daftar film yang tergabung dalam program Bright Future dan Spectrum 2013. Tujuh diantaranya adalah film Indonesia, antara lain Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya (Yosep Anggi Noen) dan On Mother’s Head (Putu Kusuma Wijaya) dalam program Bright Future. Tiga lainnya yang masuk dalam program Spectrum adalah Rumah dan Musim Hujan (Ifa Isfansyah), Soegija (Garin Nugroho), dan Atambua 39C (Riri Riza). Film pendek Maling (Ismail Basbeth) dan The Flaneurs #3 (AryoDanusiri) diputar pada program Spectrum Shorts. IFFR akan berlangsung pada 23 Januari - 3 Februari 2013.

23 Desember 2012

Film Habibie & Ainun memecahkan rekor jumlah layar penayangannya. Film ini ditayangkan di 241 layar, pada hari ketiga masa tayangnya. 

Komentar

Pemberian komentar tidak diakifkan.