Maxima Mencoba Jenis yang Berbeda

Berita :: Penulis: Amalia Sekarjati

Ody Mulya Hidayat ketika Press Screening Poconggg Juga Pocong, Jakarta, November 2011 (Foto: FI)Maxima Pictures merilis film terbarunya Poconggg Juga Pocong mulai 24 November 2011. Film ini diangkat dari novel karya Arief Muhammad, yang terkenal lewat akun twitter @Poconggg. Film ini berbeda dibanding produksi Maxima sebelumnya yang bersifat drama saja atau horor saja. "Mengemas horor menjadi 180 persen berbeda dan menjadikannya sebagai hiburan," ujar Ody Mulya Hidayat, salah satu produser film ini. Ia mengakui tertarik memfilmkan novel ini karena besarnya peluang yang ada: jumlah pengikut akun @Poconggg mencapai 1,5 juta orang dan novelnya laku sampai sekitar 350.000 kopi. "Dilihat dari potensi penjualannya bagus dan kontennya juga menarik."

Ody menganggap film ini sebagai salah satu cara untuk mencari tahu bisa menyentuh tingkat penonton Indonesia sampai mana dan seperti apa. "Kami sedang mencoba, apakah jenis film di luar dari yang ada sekarang bisa diterima atau tidak." Ody tetap berharap film ini ditonton banyak orang. "Ketika memfilmkan ini saya sadar konsekuensinya bahwa cerita ini sangat segmented. Namun, tetap harus dicoba."

Maxima kali ini bekerja sama dengan MS TRI FM, sebuah stasiun radio yang studionya bertempat di Universitas Trisakti dan baru kali ini memproduksi film. Ody juga bercerita bahwa dana untuk film ini tidak lebih dari biaya standar produksi film Indonesia, yakni sekitar 2,5 miliar. "Bujetnya memang tidak besar. Syuting memakai kamera foto Canon 5D, berlangsung selama 11 hari. Jumlah pemain sesedikit mungkin, setting juga tidak besar. Beberapa pos yang bisa dipangkas, kami coba pangkas, dan ternyata bisa." ujarnya soal pertimbangan bujet film ini. Poconggg juga Pocong dirilis dengan 43 kopi.

Komentar

Pemberian komentar tidak diakifkan.