FFD 2014: Tumiran Terbaik

Sabtu, 20 Desember 2014, Oleh Redaksi FI

Tumiran (Vicky Hendri Kurniawan) berhasil menjadi film terbaik kategori dokumenter panjang dalam Festival Film Dokumenter (FFD) 13 tahun ini yang berlangsung tanggal 10-13 Desember. Sementara, Akar (Amelia Hapsari) dan  Penderes dan Pengidep (Achmad Ulfi) menjadi film terbaik dari kategori film dokumenter pendek dan kategori film dokumenter pelajar.

  • FFI 2014: Cahaya dari Timur Film Terbaik

    Minggu, 07 Desember 2014, Oleh Redaksi FI

    Cahaya dari Timur: Beta Maluku meraih penghargaan Piala Citra untuk film terbaik Festival Film Indonesia 2014. Piala disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada acara puncak FFI 2014 di Palembang Square Convention Center Sabtu malam (6/12).

  • FFI 2014: Pemenang Lomba Kritik Perfilman dan Daftar Nominasi

    Rabu, 26 November 2014, Oleh Pandji Putranda

    Dua pemenang kritik perfilman ialah jurnalis filmindonesia.or.id: Deden Ramadani lewat tulisannya Jumlah Bioskop dan Film Bertambah, Jumlah Penonton Turun dan Adrian Jonathan Pasaribu lewat artikel Keberpihakan Bioskop yang dimuat di Cinemapoetica.com. Pemenang lainnya ialah Herman Wijaya lewat tulisannya FFI, Hajat Insan Film yang Tersandera Tender Pemerintah di blog pribadi Kompasiana.

  • FFI 2014: Bangga Film Indonesia

    Sabtu, 18 Oktober 2014, Oleh Pandji Putranda

    Festival Film Indonesia (FFI) 2014 hadir dengan tema “Bangga Film Indonesia”. Tema tersebut dipilih karena dinilai mampu mewakili semangat perubahan menuju iklim perfilman nasional yang lebih baik.

     

  • Arkipel 2014: Genre Sub Genre Raih Jury Award

    Jumat, 19 September 2014, Oleh Pandji Putranda

    Film Genre Sub Genre garapan sutradara Yosep Anggi Noen terpilih sebagai pemenang dalam kategori “Jury Award” di perhelatan Arkipel 2014. 

  • AFI 2014: Catatan Dewan Juri

    Rabu, 17 September 2014, Oleh Redaksi FI

    Apresiasi Film Indonesia 2014 sudah berlalu, pemenangnya sudah diumumkan. Dan seperti ingin dijadikan tradisi, dewan juri mengumumkan juga pertimbangan-pertimbangannya dan alasan-alasan dari keputusan yang diambil.

  • ARKIPEL 2014: Peran Seluloid dalam Sinema Kontemporer

    Rabu, 17 September 2014, Oleh Pandji Putranda

    Sekumpulan pekerja dan pegiat film yang tergabung dalam Lab Laba Laba berusaha menghidupkan kembali seluloid dalam sinema Indonesia kontemporer. Berkolaborasi dengan Film Farm Canada dan Nano Lab Australia, Lab Laba Laba menggelar pemutaran footages hasil eksperimentasi dengan bahan seluloid. 

  • AFI 2014: Pertemuan Film Nasional dengan Film Lokal

    Minggu, 14 September 2014, Oleh Amalia Sekarjati

    Sebelum Pagi Terulang Kembali terpilih menjadi penerima Piala Dewantara Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2014 untuk kategori Film Panjang Bioskop. Sedang film Maryam (Sidi Saleh, 2014), yang baru saja menang Film Pendek Terbaik di Festival Film Internasional Venice 2014, menerima penghargaan untuk kategori Film Pendek. Penghargaan Adi Karya diberikan untuk Harimau Tjampa (1953) karya D Djajakusuma. Dan Adi Insani diberikan kepada seniman Gotot Prakosa.

  • FFB 2014: Dua Aktor Terpuji, Ikranagara dan Herjunot Ali

    Minggu, 14 September 2014, Oleh Redaksi FI

    Soekarno meraih gelar film terpuji dalam Festival Film Bandung 2014 . Yang menarik, dua pemeran utama pria sama-sama diumumkan sebagai yang terpuji, istilah yang digunakan FFB untuk menggantikan istilah terbaik. Kedua pemeran utama itu adalah Ikranagara (Sang Kiai) dan Herjunot Ali (Tenggelamnya Kapal Van der Wijk).

  • LSF Terapkan Penggolongan Usia Baru

    Jumat, 05 September 2014, Oleh Amalia Sekarjati

    Sejak 1 September 2014, Lembaga Sensor Film (LSF) menerapkan penggolongan penonton baru untuk film dan iklan film yang disensor. Jika sebelumnya penggolongan terdiri dari Semua Umur, Remaja, dan Dewasa, kini dibagi menjadi Semua Umur, 13 tahun ke atas, 17 tahun ke atas, dan usia 21 ke atas.