Jumlah penonton film Indonesia turun karena harga tiket bioskop naik.

  • 26 Tanggapan
  • Setuju: 42.31%
  • Tidak setuju: 57.69%
Status: Tertutup, Total: 26 Tanggapan
Pemberian tanggapan untuk topik ini sudah ditutup pada Saturday, 26 December 2015

Pengantar:

Harga tiket bioskop di Indonesia terus mengalami kenaikan. Sebagai contoh, marilah kita simak dinamika harga tiket Grup 21 selaku pemilik 83% bioskop nasional. Pada Agustus 2012, rata-rata harga tiket bioskop jaringan Grup 21 berada pada kisaran Rp 34.257,-. Kemudian, pada bulan Desember 2013 atau dalam rentang waktu 1,5 tahun, rata-rata harga tiket bioskop telah mencapai sekitar Rp 42.130,- atau mengalami kenaikan sekitar 19%. Rata-rata harga tiket di Grup 21 ini terus mengalami kenaikan hingga pertengahan tahun 2014. Pada Mei 2014 misalnya, rata-rata harga tiket telah mencapai Rp 43.604,-. Kemudian dalam rentang waktu satu bulan saja, rata-rata harga tiket Grup 21 telah mencapai Rp 44.055,-. Artinya, dalam kurun waktu Agustus 2012 hingga Juni 2014, harga tiket Grup 21 mengalami kenaikan sebesar Rp 9.768,- atau sekitar 28,5%.

Kenaikan harga tiket bioskop yang tidak mencapai harga satu bungkus rokok, ternyata berdampak cukup signifikan terhadap menurunnya jumlah penonton film Indonesia. Jika pada 2010 jumlah penonton film Indonesia mencapai sekitar 15,6 juta penonton, maka pada 2013, jumlah penonton menurun drastis menjadi sekitar 12,4 juta penonton atau kehilangan sekitar 3,2 juta penonton. Mahalnya harga tiket bioskop nampaknya menjadi salah satu faktor yang membatasi aksebilitas orang-orang pada segmentasi kelas sosial tertentu untuk menonton film di bioskop.  Anggaplah pada 2012, calon penonton dengan kocek Rp 35.000 sudah dapat menonton film di bioskop, maka dengan rata-rata harga tiket mencapai Rp 44.000 pada Juni 2014, calon penonton tersebut kehilangan kesempatan untuk menikmati tayangan film di bioskop.

Turunnya jumlah penonton ini malah bertolak belakang dengan tren bertambah banyaknya jumlah film Indonesia yang diproduksi. Jika pada 2010 jumlah film yang beredar hanya berjumlah 81 film, maka pada 2013 mencapai 99 film atau bertambah 18 film. Jika kenaikan harga tiket dan jumlah film Indonesia terus terjadi, maka peluang setiap film Indonesia untuk mendapatkan penonton semakin kecil. Kondisi tersebut perlu segera disiasati, salah satunya adalah dengan mempertimbangkan lagi harga tiket yang berlaku sekarang ini.

Acuan:

Tanggapan26

user avatar

Yenihendrawati Tidak setuju
Saturday, 12 July 2014

Jumlah penonton bukan sekedar dipengaruhi oleh harga tiket, melainkan oleh jenis dan kualitas film itu sendiri. Semakin tinggi pengetahuan seseorang, akan lebih selektif memilih film yang akan ditonton.
Disisi lain, bioskop menaikkan tarifnya, seiring dengan inflasi, upah karyawan, listrik dan biaya operasionalnya. Menurut saja suatu kewajaran.

user avatar

TaufiqurRizal Setuju
Friday, 01 August 2014

user avatar

alleraka Tidak setuju
Sunday, 10 August 2014

user avatar

tanyafilm Tidak setuju
Friday, 05 September 2014

koq tiket yg jd masalah
saya pikir kalo filmnya bagus tiket yg ada sekarang harganya biasa sajah koq. lha tau sendiri film indo sekarang kurang nendang banget..tercatat yg paling hit film 5 cm itu dech menurut pengamatan sayah di bioskop di 3 kota di malang, surabaya dan yogya

user avatar

raishahq Tidak setuju
Monday, 22 September 2014

user avatar

bambanggadil Tidak setuju
Sunday, 12 October 2014

Bukan tiket yang bermasalah, kualitas film indonesia nya yang musti diperbaiki. Dari Ratusan film indonesia yang masuk bioskop, yang pantas masuk bioskop cuman 1-5 film saja tiap tahunnya.

user avatar

ditoto Tidak setuju
Saturday, 18 October 2014

Saya rasa untuk tiket bioskop seharga satu paket nasi ayam restoran siap saji bukanlah masalah buat orang indonesia, ingat harga tiket bioskop di indonesia itu sangat murah dibanding negara lain.

permasalahannya adalah kualitas film yang ada selama ini masih kurang memikat. buat saya pribadi yang maniak film, saya sering sekali dikecewakan dengan film film indonesia yang beredar. jujur saja kualitas film akhir2 ini tidak seperti 2-3 tahun lalu. bikin trauma nonton film indonesia. padahal saya sebenernya cinta produksi tanah air.

hal kedua adalah mungkin ada beberapa film indonesia yang berkualitas, tapi sayangnya mereka tidak bisa mengemas promosi dengan baik, sehingga tidak membuat saya tertarik untuk nonton.

mengkambing hitamkan harga tiket saya rasa tidak relevan, orang indonesia siap bayar mahal kalau kualitasnya ok.

user avatar

Yeremia Setuju
Wednesday, 29 October 2014

user avatar

vachzar Tidak setuju
Tuesday, 04 November 2014

Tidak setuju, saya paling tidak sebulan sekali ke bioskop, masalahnya adalah kualitas film bukan masalah harga. Beberapa film Indonesia yang di luar mainstream, dan ceritanya bagus, malah kadang cuman tayang beberapa hari. Sehingga saya sering lebih memilih menonton film barat/Hollywood

user avatar

putrapictures Tidak setuju
Tuesday, 09 December 2014

tidak setuju, karena kualitas film lah menurut saya ramai atau tidaknya penonton.

user avatar

jaybagak Tidak setuju
Saturday, 20 December 2014

user avatar

rerasya Setuju
Monday, 22 December 2014

Tiket mahal, Film indonesia kurang mendidik dan kurang ada bermanfaat, kadang-kadang endingnya juga gak jelas. Seperti Supernova. Inti nya itu perselingkuhan dan gay.. yg gak layak ditonton sama anak2 sekolah.

user avatar

cindynovitasa Setuju
Thursday, 09 April 2015

user avatar

fansfilmboxoffice Setuju
Friday, 08 May 2015

Karena harga tiket nonton film luar dan dalam negeri sama saja, maka penonton akan lebih memilih yang lebih bagus.
Bayangkan saja seumpama pembeli daging dihadapkan pada harga daging ayam dan daging sapi sama, maka akan lebih memilih daging sapi. Demikian juga penonton film di bioskop. Ada baiknya dibuat kebijakan harga tiket untuk film-film tanah air dimurahkan, sedangkan untuk tiket nonton film-film luar lebih mahal.
Kita perlu hargai karya anak bangsa.

user avatar

eriii Tidak setuju
Friday, 22 May 2015

sbenarnya nonton bioskop sdh mnjdi budaya anak2 muda di negara kita kyk pergi ke cafe tinggal kita buat film yg bgus dn kualitas akting yg ok n gk prlu buat film yg budget nya terlalu tinggi n knytaannya smpek skrg kita kekurangn org2 kualitas aktingnya bagus mknya jngn hanya mncari aktor yg bermuka oke tapi carila aktor yg pndai berakting kyk mathias mucus ray sahetapy. buktinya ray sahetapy bs main di film captain america civil war. knp org indo gk bsa buat captain america yg main mathias mucus itula gobloknya org indo uda buat la film sesadis the raid pasti akan laku film indonesia dan pasti akan balik modal yg bnyk. ayolah sutradara indo buat film the raid 3 masa sutradara satupun gk bs buat film the raid 3 gobloooook bngt kalian

user avatar

christiansilaen Tidak setuju
Thursday, 23 July 2015

Tidak Setuju. Turun atau enggak nya jumlah penonton film indonesia, itu tergantung film Indonesia nya sendiri, berkualitas atau tidak? Mendidik atau tidak? Lebih mainstream atau tidak? Seru atau tidak? Jd menurut saya, tiket tdk menjadi permasalahan atas menurunnya penonton film Indonesia. Trimakasih.

user avatar

KLIKXXI Tidak setuju
Sunday, 16 August 2015

VISIT : http://www.klikxxi.com/
thanks :)

user avatar

adijayakk Setuju
Sunday, 16 August 2015

saya setuju. menurut saya harga tiket juga mempengaruhi jumlah penonton. jika harga tiket film luar dan dlm negeri sama. otomatis orng lbih memilih nonton film luar karna mayoritas film luar kualitasnya cendrung diatas. alangkah baiknya kualitas film indonesia juga ditingkatkan dan harga tiket film dlm negeri diturunkan dan untuk harga film luar dinaikan.

user avatar

DaudGorziok Setuju
Tuesday, 18 August 2015

Dalam konteks judulnya memang harga tiket salah satu faktor berkurangnya jumlah penonton. akan tetapi di lain konteks seperti kualitasnya dll, saya tidak setuju. mari kita berpikir satu konteks ini saja bukan yang lain-lain. Kualitas film indonesia bertambah baik dengan era digital sekarang.

user avatar

gabrielameliala Setuju
Monday, 24 August 2015

setuju. tiket semakin mahal, pembajakan lebih cepat dilakuakn, menghasilkan semakin sedikitnya peminat film di bioskop dan lebih memilih film bajakan yang pastinya lebih merugikan negara dan produsen film dalam dan luar negeri yang melakuakn investasi film di Indonesia

user avatar

Hornady Setuju
Sunday, 06 September 2015

Bukan 1-1 nya faktor, namun kalo hrg tiket murah, pasti lbh banyak yg nonton k bioskop. Ingat bangsa kita ini mayoritas masih belum sejahtera secara ekonomi, jadi ya, harga tiket ngaruh ke jumlah pembeli tiket.

user avatar

herman73 Tidak setuju
Tuesday, 15 September 2015

kalau film2 nasional bagusnya spt The Raid,Surga Yg Tak Dirindukan,Van Der Wijck,tetap akan dikejar penonton.Kan bioskop juga ada kelas2nya?contoh di medan yg termahal di Center Point XXI yg hari Senin-Kamis Rp.50rb (The Premierenya hr minggu Rp.150rb),tetapi di Thamrin 21 Rp.35.000,-. Murahpun tiket kalau g bagus,siapa yg mau nonton?mending buat makan.Terbukti film Surga Yg Tdk Dirindukan Lebaran kemarin diputar di The Premiere Centre Point XXI juga bisa full dengan harga tiket segitu.

user avatar

kvnalmighty Tidak setuju
Thursday, 08 October 2015

tetap tergantung pada kualitas filmnya. jika promosinya baik sehingga penonton tau, serta kualitas film bagus tentu penonton tetap mau nonton film indonesia. terbukti ada film2 yang jumlah penontonnya luar biasa banyak. jadi tidak berpengaruh sama sekali dengah harga tiket

user avatar

Mistono Setuju
Thursday, 15 October 2015

user avatar

Ridho_azka Tidak setuju
Saturday, 28 November 2015

menurut saya hal tersebut tidak ber;engaruh dalam jumlah penonton bioskop, jika dibandingkan negara lain, harga tiket bioskop Indonesia bisa dibilang masih sangat murah. Rupiah juga lagi sedang melemah dibandingkan tahun sebelumnya, karna itu wajar jika harga tiket dinaikkan.
Sebenarnya yang perlu diperhatikan adalah kualitas dari film-film indonesia tersebut.

user avatar

Shanedx89 Setuju
Saturday, 05 December 2015

Rakyat indonesia sebagian besar adalah rakyat dengan tingkat ekonomi menengah kebawah. Seharusnya film indonesia mendapat subsidi dari pemerintah. Atau bahkan hidupkan kembali bioskop rakyat seperti jaman 80n.

Topik ini telah tertutup untuk pemberian tanggapan.