• lf-s016-14-369622-thumb

    Surat Protes Penuh Cinta untuk Jakarta

    Minggu, 22 Juni 2014, Oleh Makbul Mubarak
    Penilaian penulis: 
     (7/10)

    Selamat Pagi Malam adalah serangan cepat dua arah. Serangan satu ditujukan pada mereka para tulalit budaya sehingga dengan tulusnya menyambut tipu-tipu kiwari lewat berbagai produk terkini. Serangan dua ditujukan untuk orang-orang yang gemar menghakimi kaum munafik yang menghina para tulalit budaya tanpa sadar bahwa ia sendiri melakukan apa yang dicelanya. 

  • lf-m016-14-536493-thumb

    Humor Hiperbolik, Pertaruhan Daya Tarik

    Senin, 19 Mei 2014, Oleh Makbul Mubarak
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Pertaruhan terbesar Dika adalah dalam ranah bentuk guyonan yang bisa jadi memang sudah menjadi zona nyamannya dalam bercanda, dan itu bahaya. Kalau betul begini kejadiannya, daya tarik karya-karya Dika yang akan menjadi korban.

  • lf-t016-14-157156-thumb

    Kekerasan dalam Bingkai Keterampilan

    Minggu, 06 April 2014, Oleh Makbul Mubarak
    Penilaian penulis: 
     (6/10)

    Berandal dibuat tidak untuk menjawab apapun di Indonesia, tidak pula untuk merepresentasikan apapun di Indonesia. Segala yang ada dalam Berandal adalah tarian modal global, the dance of the global capital, yang digabung dengan terampilnya orang-orang yang menukangi film ini.

  • lf-t011-14-441149-thumb

    Nekat Berbahasa Inggris, Budaya Sendiri Kena Linggis

    Jumat, 28 Pebruari 2014, Oleh Makbul Mubarak
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Masalahnya, keberjarakan dalam The Right One menjadi tidak beralasan sebab kedua tokohnya adalah penduduk lokal setempat. Diceritakan bahwa keduanya kuliah di universitas yang sama di Bali dan telah bertemu satu sama lain tanpa sadar bahkan sejak kecil. Ganjalannya: jikalau mereka benar adalah orang asli Bali, apakah masih masuk akal bagi mereka untuk melihat Bali sebagai tempat yang berjarak?

  • lf-1031-14-168198-thumb

    Kebetulan untuk Selamanya

    Jumat, 21 Pebruari 2014, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Perkara marching band tidak diromantisir menjadi tujuan hidup paling paripurna dalam dunia cerita film. Pembuat film menempatkannya sesuai porsinya terhubung dengan keragaman konflik pribadi beberapa pegiat Marching Band Bontang. Sayangnya, proses yang terjadi dalam konflik-konflik pribadi itu tak tertuturkan secara mumpuni.

  • lf-c006-14-905863-thumb

    Gulali Ledak-ledakan, Komedi Ledek-ledekan

    Jumat, 21 Pebruari 2014, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Menikmati karya-karya Anggy Umbara sejauh ini tidak ubahnya seperti menikmati gulali. Warna dari satu gulali ke gulali lainnya bisa berbeda. Tapi, apapun warna dan bentuknya, bahan dasarnya ya itu-itu saja: gula yang dipanaskan. Rasanya sama, penyajiannya yang berbeda.

  • lf-s024-13-702806-thumb

    Soekarno Sang Motivator

    Jumat, 20 Desember 2013, Oleh Windu W Jusuf
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Soekarno dalam Soekarno adalah Soekarno yang dikisahkan lahir dari bawah, punya ambisi personal yang megah, menempuhnya seorang diri lewat perjuangan yang berdarah-darah, dan akhirnya, keluar sebagai pemenang. Sulit membayangkan bagaimana narasi sejarah bisa hadir tanpa keberadaan tokoh besar dengan ujaran motivasional dalam film-film sejarah Indonesia.

  • lf-s011-13-330738-thumb

    Belajar di Rimba, Belajar Suara Warga

    Sabtu, 23 November 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (7/10)

    Sokola Rimba memberi kita kesempatan untuk tidak saja mengenal Butet, tapi juga para Orang Rimba. Suara mereka mendapat tempat dalam film, dalam posisi yang krusial pula.

  • lf-l008-13-318517-thumb

    Ruang Alternatif Bagi Islam Orang Biasa

    Kamis, 15 Agustus 2013, Oleh Hikmat Darmawan
    Penilaian penulis: 
     (6/10)

    Jika Anda menganggap film La Tahzan bukan film yang berhasil, setidaknya kita bisa menghargai tawaran film ini untuk menjadi ruang alternatif bagi sebuah Islam bagi orang-orang biasa saja.

  • lf-g010-13-202443-thumb

    Guyonan Lama Bersemi Kembali

    Rabu, 07 Agustus 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Kemasan Get M4rried tidak beda jauh dari film-film pendahulunya. Film ini ramai, bahkan berisik. Setiap adegan dimanfaatkan pembuat film sebagai kesempatan untuk bercanda, adu mulut, ribut, sembari sesekali menyindir perkembangan sosial belakangan ini.