• lf-m022-13-500661-thumb

    Tuhan yang Dipaksa Hadir

    Sabtu, 03 Agustus 2013, Oleh Windu W Jusuf
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Ada bagian-bagian yang berpretensi menunjukkan ‘kuasa Tuhan’ atau hal-hal sejenis ‘supranatural’ lainnya yang bertujuan membuat film ini memiliki sentuhan religi. Sayangnya, yang tampak hanya tempelan. Tanpa elemen tersebut, cerita film potensial untuk menjadi film keluarga yang baik dan bisa diliris menjelang lebaran.

  • lf-l008-13-318517-thumb

    Viona ke Jepang, Logika Libur Lebaran

    Rabu, 31 Juli 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Nampaknya kebutuhan pemasaran bicara begitu lantang, sampai-sampai logika dipaksa pergi libur Lebaran. Korbannya adalah keseluruhan film La Tahzan: serba dipaksakan, serba diada-adakan. 

  • lf-j006-13-649709-thumb

    Yang Muda Yang Dijual

    Sabtu, 22 Juni 2013, Oleh Windu W Jusuf
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Tak peduli ideologi dan afiliasi politiknya, tokoh-tokoh (khususnya yang masih hidup) dalam biografi di Indonesia saat ini adalah penjual harapan yang selalu tampil “merakyat". Film Jokowi tidak beranjak dari pola itu, tapi boleh jadi hanya itu yang kini laku.

  • lf-c015-13-342539-thumb

    Cinta dari Wamena, Simpati dari Jakarta

    Rabu, 19 Juni 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Sekilas, Cinta dari Wamena mengingatkan akan Jangan Menangis Sinar. Prinsip yang dibawa serupa: ceritanya nun jauh di pelosok negeri sana, tapi pengakuannya dari Jakarta. Seakan-akan suatu cerita belum sah sebagai sebuah cerita kalau tidak disangkutpautkan dengan ibukota.

  • lf-c016-13-232095-thumb

    Kardus dan Hal-hal Mengganjal Lainnya

    Selasa, 18 Juni 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (6/10)

    Cinta dalam Kardus menjadi angin segar tersendiri di tengah film-film komedi lokal belakangan ini yang kebanyakan berprinsip apapun-yang-penting-nyeleneh (salah satunya Cinta Brontosaurus, yang juga dibintangi Raditya Dika). 

  • lf-c019-13-857928-thumb

    Moralitas Cap Coboy Junior

    Minggu, 16 Juni 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Film ini tidak main-main memberi janji hiburan. Lihat saja poster filmnya. Keempat personil grup vokal Coboy Junior menari-nari dengan gelimangan cahaya warna-warni. Glamor, dan memang filmnya hanya seputar itu, plus perkara moral yang diada-adakan.

  • lf-s008-13-020007-thumb

    Benang Merah KH Hasyim Asy’ari

    Senin, 10 Juni 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Andai saja Rako Prijanto dan kawan-kawan tidak kebelet ingin memukau penonton dengan adegan-adegan perang yang membahana, benang merah KH Hasyim Asy’ari akan terjaga utuh hingga akhir film. Pembangunan sosok beliau bisa lebih tepat pada konteks zamannya, tidak seperti impuls pribadi semata.

  • lf-c017-13-747086-thumb

    Cinta Bisa Kadaluarsa, Film Juga

    Senin, 13 Mei 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Cinta Brontosaurus mengingatkan akan klise-klise dalam film komedi-roman Indonesia. Lelaki bisa berbuat salah, tapi perempuan seakan-akan tak punya reaksi lain selain mengambek, mata melotot, bentak-bentak. Ternyata bukan cinta saja yang bisa kadaluarsa. Film juga.

  • lf-y043-13-878884-thumb

    Hati Perempuan dalam Realita yang Subtil

    Senin, 06 Mei 2013, Oleh Totot Indrarto
    Penilaian penulis: 
     (8/10)

    Mouly Surya dalam film keduanya ini malah memilih menempuh jalan pedang sebagai ronin (samurai tak bertuan) yang jauh penuh risiko. Itulah jalan para petarung sejati yang, dalam idealisasi budaya populer, digambarkan tidak sudi menghabiskan umur sebagai mediocre, untuk menemukan jatidiri dan takdirnya sendiri.

  • lf-y043-13-878884-thumb

    Tantangan Memandang, Mendengar dan Bernalar

    Minggu, 05 Mei 2013, Oleh Lisabona Rahman
    Penilaian penulis: 
     (7/10)

    Jarang sekali ada film Indonesia yang mengutak-atik persoalan dasar ‘film’ dan mempertanyakan kesatuan pandangan-pendengaran. Pada Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta elemen pandang-dengar ini bukan saja diceraikan, tapi lebih jauh lagi, dijadikan bahan percobaan. Film seperti ini, barangkali hanya dibuat (jangankan diputar) di Indonesia seabad sekali.