• lf-c006-14-905863-thumb

    Gulali Ledak-ledakan, Komedi Ledek-ledekan

    Friday, 21 February 2014, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Menikmati karya-karya Anggy Umbara sejauh ini tidak ubahnya seperti menikmati gulali. Warna dari satu gulali ke gulali lainnya bisa berbeda. Tapi, apapun warna dan bentuknya, bahan dasarnya ya itu-itu saja: gula yang dipanaskan. Rasanya sama, penyajiannya yang berbeda.

  • lf-s024-13-702806-thumb

    Soekarno Sang Motivator

    Friday, 20 December 2013, Oleh Windu W Jusuf
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Soekarno dalam Soekarno adalah Soekarno yang dikisahkan lahir dari bawah, punya ambisi personal yang megah, menempuhnya seorang diri lewat perjuangan yang berdarah-darah, dan akhirnya, keluar sebagai pemenang. Sulit membayangkan bagaimana narasi sejarah bisa hadir tanpa keberadaan tokoh besar dengan ujaran motivasional dalam film-film sejarah Indonesia.

  • lf-s011-13-330738-thumb

    Belajar di Rimba, Belajar Suara Warga

    Saturday, 23 November 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (7/10)

    Sokola Rimba memberi kita kesempatan untuk tidak saja mengenal Butet, tapi juga para Orang Rimba. Suara mereka mendapat tempat dalam film, dalam posisi yang krusial pula.

  • lf-l008-13-318517-thumb

    Ruang Alternatif Bagi Islam Orang Biasa

    Thursday, 15 August 2013, Oleh Hikmat Darmawan
    Penilaian penulis: 
     (6/10)

    Jika Anda menganggap film La Tahzan bukan film yang berhasil, setidaknya kita bisa menghargai tawaran film ini untuk menjadi ruang alternatif bagi sebuah Islam bagi orang-orang biasa saja.

  • lf-g010-13-202443-thumb

    Guyonan Lama Bersemi Kembali

    Wednesday, 07 August 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Kemasan Get M4rried tidak beda jauh dari film-film pendahulunya. Film ini ramai, bahkan berisik. Setiap adegan dimanfaatkan pembuat film sebagai kesempatan untuk bercanda, adu mulut, ribut, sembari sesekali menyindir perkembangan sosial belakangan ini.

  • lf-m022-13-500661-thumb

    Tuhan yang Dipaksa Hadir

    Saturday, 03 August 2013, Oleh Windu W Jusuf
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Ada bagian-bagian yang berpretensi menunjukkan ‘kuasa Tuhan’ atau hal-hal sejenis ‘supranatural’ lainnya yang bertujuan membuat film ini memiliki sentuhan religi. Sayangnya, yang tampak hanya tempelan. Tanpa elemen tersebut, cerita film potensial untuk menjadi film keluarga yang baik dan bisa diliris menjelang lebaran.

  • lf-l008-13-318517-thumb

    Viona ke Jepang, Logika Libur Lebaran

    Wednesday, 31 July 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Nampaknya kebutuhan pemasaran bicara begitu lantang, sampai-sampai logika dipaksa pergi libur Lebaran. Korbannya adalah keseluruhan film La Tahzan: serba dipaksakan, serba diada-adakan. 

  • lf-j006-13-649709-thumb

    Yang Muda Yang Dijual

    Saturday, 22 June 2013, Oleh Windu W Jusuf
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Tak peduli ideologi dan afiliasi politiknya, tokoh-tokoh (khususnya yang masih hidup) dalam biografi di Indonesia saat ini adalah penjual harapan yang selalu tampil “merakyat". Film Jokowi tidak beranjak dari pola itu, tapi boleh jadi hanya itu yang kini laku.

  • lf-c015-13-342539-thumb

    Cinta dari Wamena, Simpati dari Jakarta

    Wednesday, 19 June 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Sekilas, Cinta dari Wamena mengingatkan akan Jangan Menangis Sinar. Prinsip yang dibawa serupa: ceritanya nun jauh di pelosok negeri sana, tapi pengakuannya dari Jakarta. Seakan-akan suatu cerita belum sah sebagai sebuah cerita kalau tidak disangkutpautkan dengan ibukota.

  • lf-c016-13-232095-thumb

    Kardus dan Hal-hal Mengganjal Lainnya

    Tuesday, 18 June 2013, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (6/10)

    Cinta dalam Kardus menjadi angin segar tersendiri di tengah film-film komedi lokal belakangan ini yang kebanyakan berprinsip apapun-yang-penting-nyeleneh (salah satunya Cinta Brontosaurus, yang juga dibintangi Raditya Dika).