• lf-r015-12-427445-thumb

    Bukan Realita, Hanya Linimasa

    Senin, 13 Pebruari 2012, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Perkembangan plot dalam #republiktwitter berdasar pada imajinasi tentang Indonesia yang realita sehari-harinya terpengaruh oleh gejolak linimasa semata.

  • lf-h019-11-576455-thumb

    Di Antara Potensi Ekonomi dan Potensi Visual

    Kamis, 26 Januari 2012, Oleh Nayla Majestya
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Pertanyaannya apakah film semata-mata soal ekonomi? Toh yang diharapkan bukan visual yang macam-macam. Minimal visual yang menciptakan kesenangan dalam menonton.

  • lf-u010-12-330680-thumb

    Ironi Film Salah Judul

    Rabu, 11 Januari 2012, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Ketika nama seseorang menjadi judul sebuah film, bisa diduga ia memegang peranan signifikan dalam cerita. Ummi Aminah tidak begitu.

  • lf-x008-12-343872-thumb

    Niat Baik Saja Tidak Cukup

    Sabtu, 07 Januari 2012, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (1/10)

    Apabila detail-detail sepele dalam film saja tidak tergarap dengan baik, bagaimana bisa penonton mempercayai hal-hal lebih besar yang ditawarkan Xia Aimei?

  • lf-g015-11-985904-thumb

    Belajar Dewasa Bersama Garuda Muda

    Rabu, 21 Desember 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (6/10)

    Garuda Di Dadaku 2 adalah perwujudan dari apa yang sepak bola nasional tidak (atau belum) mampu dalam kehidupan nyata.

  • lf-a007-11-251346-thumb

    Menilik Sosialita dalam Bejana Kaca

    Rabu, 30 November 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Dunia Arisan! 2 adalah dunia yang steril, hanya diisi oleh permasalahan masyarakat kelas atas. Ketiadaan pembanding memposisikan subjek film dalam sebuah bejana kaca. Mereka terisolasi dalam realita yang diciptakan oleh lensa kamera.

  • lf-m012-11-427249-thumb

    Agama di Antara Negara dan Keluarga

    Kamis, 17 November 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (7/10)

    Mari lupakan sejenak label art film yang kerap melekat di karya-karya Garin Nugroho. Dalam Mata Tertutup, segala informasi dituturkan dengan lugas melalui dialog para tokohnya. Kosa gambarnya juga sederhana dan mengena.

  • lf-l009-11-071944-thumb

    Menakar yang Intim dari yang Ekstrem

    Kamis, 03 November 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (7/10)

    Bagi Teddy Soeriaatmadja, Lovely Man sejauh ini merupakan film terbaiknya sebagai sutradara. Semua elemen cerita terasa pas, sehingga film tidak terlalu “cerewet” dalam bertutur.

  • lf-t015-11-181485-thumb

    Rumah Sempurna yang Terlampau Sederhana

    Selasa, 01 November 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Visual film tidak sekadar indah, tapi efektif dalam menyokong tujuan cerita. Namun, teknis barulah setengah pencapaian. Setengah lainnya adalah konten cerita, yang sayangnya tak tergarap dengan baik dalam The Perfect House.

  • lf-s010-11-818970-thumb

    Rasus-Srintil dan Tsunami Sosial-Politik 1965

    Jumat, 28 Oktober 2011, Oleh JB Kristanto
    Penilaian penulis: 
     (8/10)

    Sang Penari bolehlah disebut lebih unggul dibanding Tanda Tanya (Hanung Bramantyo), Lovely Man (Teddy Soeriaatmadja), dan Mata Tertutup (Garin Nugroho) karena sikap, tema, penguraian, dan eksekusinya secara menyeluruh.