• lf-a007-11-251346-thumb

    Menilik Sosialita dalam Bejana Kaca

    Wednesday, 30 November 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Dunia Arisan! 2 adalah dunia yang steril, hanya diisi oleh permasalahan masyarakat kelas atas. Ketiadaan pembanding memposisikan subjek film dalam sebuah bejana kaca. Mereka terisolasi dalam realita yang diciptakan oleh lensa kamera.

  • lf-m012-11-427249-thumb

    Agama di Antara Negara dan Keluarga

    Thursday, 17 November 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (7/10)

    Mari lupakan sejenak label art film yang kerap melekat di karya-karya Garin Nugroho. Dalam Mata Tertutup, segala informasi dituturkan dengan lugas melalui dialog para tokohnya. Kosa gambarnya juga sederhana dan mengena.

  • lf-l009-11-071944-thumb

    Menakar yang Intim dari yang Ekstrem

    Thursday, 03 November 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (7/10)

    Bagi Teddy Soeriaatmadja, Lovely Man sejauh ini merupakan film terbaiknya sebagai sutradara. Semua elemen cerita terasa pas, sehingga film tidak terlalu “cerewet” dalam bertutur.

  • lf-t015-11-181485-thumb

    Rumah Sempurna yang Terlampau Sederhana

    Tuesday, 01 November 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Visual film tidak sekadar indah, tapi efektif dalam menyokong tujuan cerita. Namun, teknis barulah setengah pencapaian. Setengah lainnya adalah konten cerita, yang sayangnya tak tergarap dengan baik dalam The Perfect House.

  • lf-s010-11-818970-thumb

    Rasus-Srintil dan Tsunami Sosial-Politik 1965

    Friday, 28 October 2011, Oleh JB Kristanto
    Penilaian penulis: 
     (8/10)

    Sang Penari bolehlah disebut lebih unggul dibanding Tanda Tanya (Hanung Bramantyo), Lovely Man (Teddy Soeriaatmadja), dan Mata Tertutup (Garin Nugroho) karena sikap, tema, penguraian, dan eksekusinya secara menyeluruh.

  • lf-s010-11-818970-thumb

    Menari Sembari Menumpang Kereta Sejarah

    Saturday, 29 October 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (8/10)

    Sang Penari tidak mengambil jalan pintas dalam menarasikan kejadian 1965, tidak terjebak dalam glorifikasi korban dan simpati semata. Pembuat film mengambil langkah yang lebih terjal dan sukses.

  • lf-k025-11-887457-thumb

    Film Religi Berbumbu Melankoli atau Sebaliknya?

    Thursday, 27 October 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (3/10)

    Kehormatan Di Balik Kerudung tak ada bedanya dengan menonton Pupus, film lainnya yang dibintangi oleh Donita. Jumlah tangisnya sama, atributnya saja yang berbeda: satu melodrama cinta remaja, satu lagi melodrama berbalut agama.

  • lf-p016-11-681351-thumb

    Pocong Juga Bisa Bosan

    Saturday, 22 October 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (2/10)

    Si pocong mungkin sebenarnya tidak minta kawin. Dia hanya minta pembuat film di Indonesia untuk mencari cara baru dalam menuturkan riwayat hidupnya. Sama seperti penonton, pocong juga bisa bosan.

  • lf-s019-11-629538-thumb

    Hanya Sekadar Berganti Judul

    Saturday, 22 October 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (2/10)

    Apabila Setannya Kok Beneran? dan Setannya Kok Masih Ada bertukar judul, penonton pun akan sulit membedakannya.

  • lf-p022-11-489677-thumb

    Film yang Ceroboh dan Pelupa

    Wednesday, 19 October 2011, Oleh Corry Elyda
    Penilaian penulis: 
     (3/10)

    Perempuan-Perempuan Liar terkesan digarap asal. Semua adegan berjalan sendiri-sendiri, hingga salah satu fungsi utama film sebagai sesuatu yang menghibur pun sulit dicapai.