
Mengartikan Ulang Pramuka
Tuesday, 23 August 2011, Oleh Makbul MubarakFilm ini berhasil mengintip isi kepala anak-anak dengan cara yang wajar namun penuh respek. Kegelisahan kanak dalam film ini mutlak pernah dirasakan oleh anak-anak di mana pun.

Ketika Simpati dan Selebriti Berebut Arti
Monday, 15 August 2011, Oleh Adrian Jonathan PasaribuPembuat film terlalu sadar dengan status Bautista sebagai seorang selebriti. Di satu sisi, dapat dipahami apabila Bautista difungsikan pembuat film sebagai materi komersial Simfoni Luar Biasa. Di sisi lain, narasi film berjalan paling optimal justru ketika Bautista tidak diperlakukan sebagai selebriti.

Menakar Ibukota Lewat Senja dan Sinema
Friday, 29 July 2011, Oleh Adrian Jonathan PasaribuApa yang Salman Aristo capai melalui Jakarta Maghrib adalah penceritaan yang solid nan matang, baik dari segi visual maupun naratif.

Sebuah Klise Tentang Moral
Friday, 15 July 2011, Oleh Adrian Jonathan PasaribuTumbal Jailangkung sejatinya adalah sebuah cerita tentang moral, yang teknisnya dieksekusi secara rapi. Sayang saja, penggarapan teknis yang rapi tersebut tidak diimbangi dengan penggarapan konten yang orisinil.

Komedi Horor Rasa Televisi
Wednesday, 13 July 2011, Oleh Adrian Jonathan PasaribuKepergok Pocong tak punya hal lain yang bisa ditawarkan ke penonton: kecuali Aziz Gagap. Singkat kata, ia hanya pindah melawak dari layar kaca televisi ke layar lebar sinema.

Risiko Adaptasi yang Terlalu Setia
Friday, 08 July 2011, Oleh Makbul MubarakTak ada yang istimewa dalam True Love. Menonton film ini hanya seperti membaca novel Mira W di layar superbesar dengan harga tiket yang hampir sama dengan harga novelnya.

Ketika Inspirasi Hanya Sebatas Air Mata
Thursday, 07 July 2011, Oleh Adrian Jonathan PasaribuKisah dalam film ini, sejatinya cerita yang inspiratif. Bertahan menghadapi kanker, terutama setelah divonis dokter hanya akan bertahan lima hari, jelas bukanlah hal yang mudah. Sayangnya, perjuangan Keke tersebut digambarkan dalam film sebagai banjir air mata belaka.

Idola Baru Rekomendasi Mas Boy
Wednesday, 06 July 2011, Oleh Totot IndrartoKesetiaan pada versi lama menjebak film ini pada solusi usang: menciptakan Satrio sebagai idola baru yang lebih aktual. Sampai-sampai Mas Boy, yang sebagai pengusaha sukses kesempurnaannya justru makin paripurna, harus meng-endorse kehebatan Satrio karena ketidaksempurnaannya.

Era Baru, Generasi Baru, Kemasan Lama
Friday, 01 July 2011, Oleh Adrian Jonathan PasaribuSama seperti film-film pendahulunya, Catatan Harian Si Boy turut menjual mimpi. Bedanya, mimpi tersebut bukan lagi milik seorang seideal Boy saja, tapi sebuah mimpi yang bisa diusahakan bersama.

Romansa Stagnan di Zaman Serba Instan
Thursday, 23 June 2011, Oleh Adrian Jonathan PasaribuMilli dan Nathan tidak hanya menghiraukan lingkungan sekitarnya saja, tapi juga kedewasaan mereka. Akibatnya, mereka menghabiskan 89 menit durasi film hanya untuk main tarik-ulur hubungan.
