• lf-s010-11-818970-thumb

    Menari Sembari Menumpang Kereta Sejarah

    Sabtu, 29 Oktober 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (8/10)

    Sang Penari tidak mengambil jalan pintas dalam menarasikan kejadian 1965, tidak terjebak dalam glorifikasi korban dan simpati semata. Pembuat film mengambil langkah yang lebih terjal dan sukses.

  • lf-k025-11-887457-thumb

    Film Religi Berbumbu Melankoli atau Sebaliknya?

    Kamis, 27 Oktober 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (3/10)

    Kehormatan Di Balik Kerudung tak ada bedanya dengan menonton Pupus, film lainnya yang dibintangi oleh Donita. Jumlah tangisnya sama, atributnya saja yang berbeda: satu melodrama cinta remaja, satu lagi melodrama berbalut agama.

  • lf-p016-11-681351-thumb

    Pocong Juga Bisa Bosan

    Sabtu, 22 Oktober 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (2/10)

    Si pocong mungkin sebenarnya tidak minta kawin. Dia hanya minta pembuat film di Indonesia untuk mencari cara baru dalam menuturkan riwayat hidupnya. Sama seperti penonton, pocong juga bisa bosan.

  • lf-s019-11-629538-thumb

    Hanya Sekadar Berganti Judul

    Sabtu, 22 Oktober 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (2/10)

    Apabila Setannya Kok Beneran? dan Setannya Kok Masih Ada bertukar judul, penonton pun akan sulit membedakannya.

  • lf-p022-11-489677-thumb

    Film yang Ceroboh dan Pelupa

    Rabu, 19 Oktober 2011, Oleh Corry Elyda
    Penilaian penulis: 
     (3/10)

    Perempuan-Perempuan Liar terkesan digarap asal. Semua adegan berjalan sendiri-sendiri, hingga salah satu fungsi utama film sebagai sesuatu yang menghibur pun sulit dicapai.

  • lf-s016-11-711248-thumb

    Ketika Motivasi Mengebiri Motivasi

    Senin, 17 Oktober 2011, Oleh Makbul Mubarak
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Dukungan semesta yang dirancang untuk terlihat magis malah tampak seperti kebetulan yang pandir. Judul agung “Semesta Mendukung” malah tercerap laiknya judul dangkal “Sponsor Mendukung”.

  • lf-l007-11-314832-thumb

    Penyakit Lupus Sebagai Metafor

    Rabu, 05 Oktober 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (2/10)

    Sulit membedakan apakah L4 Lupus memang dibuat untuk penyuluhan tentang lupus, atau sekadar mengenakan jubah usang untuk sebuah penyakit baru.

  • lf-b018-11-874294-thumb

    Tak Percaya Diri dengan Cerita Sendiri

    Senin, 03 Oktober 2011, Oleh Corry Elyda
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Dalam film ini, harus ada adegan atau dialog berkali-kali tentang betapa lemahnya angkatan laut kita atau nilai patriotisme. Akhirnya, film ini malah terlihat tidak percaya diri dengan ceritanya sendiri.

  • lf-e008-11-389849-thumb

    Ide Besar, Kesalahan Dasar

    Kamis, 29 September 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (3/10)

    Euphoria sepertinya perlu mencari jati dirinya sebagai sebuah film. Terlalu banyak hal yang ingin dikembangkan, tanpa ada prioritas jelas mana yang harus didahulukan.

  • lf-m022-11-616851-thumb

    Ironi Film Seks-Tanpa-Seks

    Sabtu, 24 September 2011, Oleh Nayla Majestya
    Penilaian penulis: 
     (3/10)

    Seksualitas adalah produk dagang dengan konsumen tetap, sehingga yang dibutuhkan hanyalah strategi untuk menjualnya. Lalu pemakaian ironi buruk dimulai. Yang ironis: Mati Muda di Pelukan Janda bahkan bukan sebuah ironi.