• lf-t015-11-181485-thumb

    Rumah Sempurna yang Terlampau Sederhana

    Selasa, 01 November 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Visual film tidak sekadar indah, tapi efektif dalam menyokong tujuan cerita. Namun, teknis barulah setengah pencapaian. Setengah lainnya adalah konten cerita, yang sayangnya tak tergarap dengan baik dalam The Perfect House.

  • lf-s010-11-818970-thumb

    Rasus-Srintil dan Tsunami Sosial-Politik 1965

    Jumat, 28 Oktober 2011, Oleh JB Kristanto
    Penilaian penulis: 
     (8/10)

    Sang Penari bolehlah disebut lebih unggul dibanding Tanda Tanya (Hanung Bramantyo), Lovely Man (Teddy Soeriaatmadja), dan Mata Tertutup (Garin Nugroho) karena sikap, tema, penguraian, dan eksekusinya secara menyeluruh.

  • lf-s010-11-818970-thumb

    Menari Sembari Menumpang Kereta Sejarah

    Sabtu, 29 Oktober 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (8/10)

    Sang Penari tidak mengambil jalan pintas dalam menarasikan kejadian 1965, tidak terjebak dalam glorifikasi korban dan simpati semata. Pembuat film mengambil langkah yang lebih terjal dan sukses.

  • lf-k025-11-887457-thumb

    Film Religi Berbumbu Melankoli atau Sebaliknya?

    Kamis, 27 Oktober 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (3/10)

    Kehormatan Di Balik Kerudung tak ada bedanya dengan menonton Pupus, film lainnya yang dibintangi oleh Donita. Jumlah tangisnya sama, atributnya saja yang berbeda: satu melodrama cinta remaja, satu lagi melodrama berbalut agama.

  • lf-p016-11-681351-thumb

    Pocong Juga Bisa Bosan

    Sabtu, 22 Oktober 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (2/10)

    Si pocong mungkin sebenarnya tidak minta kawin. Dia hanya minta pembuat film di Indonesia untuk mencari cara baru dalam menuturkan riwayat hidupnya. Sama seperti penonton, pocong juga bisa bosan.

  • lf-s019-11-629538-thumb

    Hanya Sekadar Berganti Judul

    Sabtu, 22 Oktober 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (2/10)

    Apabila Setannya Kok Beneran? dan Setannya Kok Masih Ada bertukar judul, penonton pun akan sulit membedakannya.

  • lf-p022-11-489677-thumb

    Film yang Ceroboh dan Pelupa

    Rabu, 19 Oktober 2011, Oleh Corry Elyda
    Penilaian penulis: 
     (3/10)

    Perempuan-Perempuan Liar terkesan digarap asal. Semua adegan berjalan sendiri-sendiri, hingga salah satu fungsi utama film sebagai sesuatu yang menghibur pun sulit dicapai.

  • lf-s016-11-711248-thumb

    Ketika Motivasi Mengebiri Motivasi

    Senin, 17 Oktober 2011, Oleh Makbul Mubarak
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Dukungan semesta yang dirancang untuk terlihat magis malah tampak seperti kebetulan yang pandir. Judul agung “Semesta Mendukung” malah tercerap laiknya judul dangkal “Sponsor Mendukung”.

  • lf-l007-11-314832-thumb

    Penyakit Lupus Sebagai Metafor

    Rabu, 05 Oktober 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (2/10)

    Sulit membedakan apakah L4 Lupus memang dibuat untuk penyuluhan tentang lupus, atau sekadar mengenakan jubah usang untuk sebuah penyakit baru.

  • lf-b018-11-874294-thumb

    Tak Percaya Diri dengan Cerita Sendiri

    Senin, 03 Oktober 2011, Oleh Corry Elyda
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Dalam film ini, harus ada adegan atau dialog berkali-kali tentang betapa lemahnya angkatan laut kita atau nilai patriotisme. Akhirnya, film ini malah terlihat tidak percaya diri dengan ceritanya sendiri.