• lf-l009-11-050631-thumb

    Mengartikan Ulang Pramuka

    Tuesday, 23 August 2011, Oleh Makbul Mubarak
    Penilaian penulis: 
     (7/10)

    Film ini berhasil mengintip isi kepala anak-anak dengan cara yang wajar namun penuh respek. Kegelisahan kanak dalam film ini mutlak pernah dirasakan oleh anak-anak di mana pun.

  • lf-s016-11-727881-thumb

    Ketika Simpati dan Selebriti Berebut Arti

    Monday, 15 August 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (5/10)

    Pembuat film terlalu sadar dengan status Bautista sebagai seorang selebriti. Di satu sisi, dapat dipahami apabila Bautista difungsikan pembuat film sebagai materi komersial Simfoni Luar Biasa. Di sisi lain, narasi film berjalan paling optimal justru ketika Bautista tidak diperlakukan sebagai selebriti.

  • lf-j014-10-558488-thumb

    Menakar Ibukota Lewat Senja dan Sinema

    Friday, 29 July 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (7/10)

    Apa yang Salman Aristo capai melalui Jakarta Maghrib adalah penceritaan yang solid nan matang, baik dari segi visual maupun naratif.

  • lf-t017-11-964981-thumb

    Sebuah Klise Tentang Moral

    Friday, 15 July 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (3/10)

    Tumbal Jailangkung sejatinya adalah sebuah cerita tentang moral, yang teknisnya dieksekusi secara rapi. Sayang saja, penggarapan teknis yang rapi tersebut tidak diimbangi dengan penggarapan konten yang orisinil.

  • lf-k014-11-047543-thumb

    Komedi Horor Rasa Televisi

    Wednesday, 13 July 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (2/10)

    Kepergok Pocong tak punya hal lain yang bisa ditawarkan ke penonton: kecuali Aziz Gagap. Singkat kata, ia hanya pindah melawak dari layar kaca televisi ke layar lebar sinema.

  • lf-t008-11-262496-thumb

    Risiko Adaptasi yang Terlalu Setia

    Friday, 08 July 2011, Oleh Makbul Mubarak
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Tak ada yang istimewa dalam True Love. Menonton film ini hanya seperti membaca novel Mira W di layar superbesar dengan harga tiket yang hampir sama dengan harga novelnya.

  • lf-s020-11-958054-thumb

    Ketika Inspirasi Hanya Sebatas Air Mata

    Thursday, 07 July 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Kisah dalam film ini, sejatinya cerita yang inspiratif. Bertahan menghadapi kanker, terutama setelah divonis dokter hanya akan bertahan lima hari, jelas bukanlah hal yang mudah. Sayangnya, perjuangan Keke tersebut digambarkan dalam film sebagai banjir air mata belaka.

  • lf-c018-11-544721-thumb

    Idola Baru Rekomendasi Mas Boy

    Wednesday, 06 July 2011, Oleh Totot Indrarto
    Penilaian penulis: 
     (7/10)

    Kesetiaan pada versi lama menjebak film ini pada solusi usang: menciptakan Satrio sebagai idola baru yang lebih aktual. Sampai-sampai Mas Boy, yang sebagai pengusaha sukses kesempurnaannya justru makin paripurna, harus meng-endorse kehebatan Satrio karena ketidaksempurnaannya.

  • lf-c018-11-544721-thumb

    Era Baru, Generasi Baru, Kemasan Lama

    Friday, 01 July 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (7/10)

    Sama seperti film-film pendahulunya, Catatan Harian Si Boy turut menjual mimpi. Bedanya, mimpi tersebut bukan lagi milik seorang seideal Boy saja, tapi sebuah mimpi yang bisa diusahakan bersama.

  • lf-m011-11-520157-thumb

    Romansa Stagnan di Zaman Serba Instan

    Thursday, 23 June 2011, Oleh Adrian Jonathan Pasaribu
    Penilaian penulis: 
     (4/10)

    Milli dan Nathan tidak hanya menghiraukan lingkungan sekitarnya saja, tapi juga kedewasaan mereka. Akibatnya, mereka menghabiskan 89 menit durasi film hanya untuk main tarik-ulur hubungan.