Sasaran Acak Makhluk Halus

Resensi › Totot Indrarto

Penilaian penulis:  
 (5/10)

Omnibus lima film bergenre horor atau thriller besutan lima sutradara muda yang belum pernah membuat film untuk bioskop. Yang langsung membedakan Hi5teria dengan film horor mainstream adalah anak-anak muda ini sepenuhnya mencoba menyajikan ketegangan dan ketakutan, tanpa bonus seks atau pornografi.

Yang menarik, kelima karakter utama dalam semua segmen adalah perempuan. Padahal, setan dalam film-film horor Indonesia juga hampir semuanya perempuan. Ini berkaitan dengan “rumus” umum film horor bahwa modus aksi makhluk halus adalah untuk membalas dendam, sementara dalam konstruksi patriarki bangsa Indonesia perempuan lebih sering menjadi korban tindak kekerasan.

Dalam film-film ini, ternyata hanya satu dari lima karakter utama perempuan itu yang merupakan pelaku tindak kekerasan terhadap makhluk halus yang kemudian mengganggunya, yaitu penjaga loket parkir (Ichi Nuraini) pada segmen Loket. Empat lainnya bukanlah sasaran balas dendam, melainkan sasaran acak (random).

Sari (Tara Basro) karena berada di lokasi yang salah (mendaki gunung pada segmen Pasar Setan), Nicole (Maya Otos) karena terlalu ingin tahu banyak (wartawan dalam segmen Wayang Koelit), dan seorang ibu muda (Imelda Therine) karena sedang dalam kondisi yang salah (hamil di segmen Palasik). Satu lagi, Farah (Luna Maya) dalam segmen Kotak Musik, menjadi sasaran karena membawa pulang barang yang salah.

Meskipun polanya relatif berbeda, kelima film pendek ini masih mengalami problem yang sama dengan kebanyakan film horor lainnya, yakni gagal membangun logika cerita.

Komentar

Silahkan masuk log terlebih dahulu untuk memberi komentar.