Daftar film berdasarkan genre "Komedi" - 568 entri


  • Bendi Keramat (1988)

    Ini sebuah banyolan Srimulat yang dipindahkan ke film. Apalagi peran-peran penting dimainkan oleh pelawak-pelawak Srimulat: Basuki dan Timbul. Banyolan fisik, salah ucap dan wadam seperti sering terjadi di panggung Srimulat dipakai semua. Tambah lagi: lagu-lagu dangdut. Entah karena apa, Basuki (Basuki) ingin sekali mendapat bendi keramat milik pamannya, yang kalau dipakai bisa membuat wanita-wanita berebut memburunya,…

  • Bayar Tapi Nyicil (1988)

    Tidak jelas apa hubungan judul dengan isi cerita film ini. Yang jelas adalah eksploitasi banyolan tokoh Emon (Didi Petet) dan grup lawak Bagito (Miing, Didin, Unang). Emon, anak orang kaya yang baru pulang dari Belanda jatuh cinta pada Vina (Meriam Bellina). Di pihak lain Miing, Didin dan Unang juga jatuh cinta pada Vina. Maka empat pria…

  • Si Kabayan Saba Kota-thumb

    Si Kabayan Saba Kota (1989)

    Kisah tentang Kabayan (Didi Petet) yang karena terpengaruh seorang teman, pergi ke kota. Di sinilah peristiwa-peristiwa kelucuan dieksploitir. Di kota Saribanon (Nurul Arifin) yang ayahnya pernah dibantu Kabayan ketika dirampok, diam-diam menaruh hati. Hubungannya dengan Iteung (Paramitha Rusady), pacarnya di desa, dijalin dengan kisah-kisah di kota itu dan berakhir dengan perkawinan Iteung dan Kabayan.

  • Sabar Dulu Dong...! (1989)

    Dono, Kasino, Indro dan dua kawan wanita mereka Winny (Eva Arnaz) dan Anita (Anna Shirley) berhasil mengubah sebuah hotel tua dan jelek menjadi layak. Pengelolaan hotel itu yang menjadi sumber kelucuan: tamu wanita di salah satu kamar yang ternyata adik penghuni kamar tersebut; Dono yang sangat suka dengan binatang semacam tikus; orang mati di hotel; tamu…

  • Kanan Kiri OK II (1989)

    Banyolan yang tidak dimainkan oleh pelawak, kecuali Doyok, Kadir, Diding Boneng dan Tile yang selalu digunakan karena "keanehan" wajahnya. Dasar banyolannya tetap kesalahpahaman yang dibuat-buat. Anita (Ida Iasha) dan Rio (Ray Sahetapy) dapat tawaran main film. Kadir (Kadir), pembantu mereka, ingin ikut. Tetangga mereka Tati (Rima Melati), dan pembantunya Doyok (Doyok), juga ingin ikut ketika mendengar,…

  • Malioboro (1989)

    Hubungan Slamet (Sigit Hardadi), wartawan, dan Wulandari (Nungky Kusumastuti), pelukis dan penari, tak direstui ibu Wulan. Slamet yang lugu, energik dan asal desa itu kemudian berkenalan dengan Donna (Ira Wibowo), gadis Menado, yang lebih bebas di sebuah warung lesehan di Malioboro. Donna tertarik pada Slamet, yang kemudian jadi semacam terombang-ambing. Wulan kebetulan melihat Donna dan Slamet…

  • Kipas-kipas Cari Angin (1989)

    Sebagaimana film Nja Abbas Akup lainnya, film ini penuh sindiran sosial. Lokasi peristiwanya saja sudah menunjukkan niat itu: sebuah kampung kumuh yang berdempetan dengan gedung megah. Kisahnya adalah manusia-manusia dari kampung kumuh itu. Bawuk (Raja Emma) akhirnya sadar hidupnya runyam, karena suaminya Badrun (Eeng Saptahadi) tidak bekerja dan enak-enakan ganti-ganti cewek, sementara Bawuk sendiri banting tulang.…

  • Godain Kita Dong (1989)

    Kasino dan Indro bekerja di peternakan ayam milik pamannya (Tarsan). Mereka iri pada Dono, anak pamannya yang sekolah di Amerika, dan kembalinya membawa pacar orang Amerika, Madonna (Lisa Petsy), padahal Dono sudah dijodohkan orangtuanya dengan Ayu Sukoco (Nandya Nathasia). Kelucuan yang digali: di peternakan ayam, keasingan Madonna di kampung, Dono melarikan diri bersama pacarnya karena hubungannya…

  • Cas Cis Cus (Sonata di Tengah Kota) (1989)

    Ibu (Nani Somanegara) mencak-mencak minta dicarikan kaset video porno. Karuan saja putrinya Astri (Lydia Kandou) dan menantunya Dedi (Ray Sahetapy) dan dua cucunya kelabakan. Apalagi masih ditambah bergunjing dengan tetangga dan mogok makan. Klimaksnya: ingin mengawini tukang pijat buta langganannya, Item (Amak Baldjun), yang juga dituruti oleh anak dan menantunya. Segala tingkah polah Ibu ini yang…

  • Giliran Saya Mana (1989)

     (5/10) (1)

    Pasangan muda Dewi dan Dewo (Ida Iasha, Ray Sahetapy) terpaksa kawin lari karena orangtua Dewi menginginkan anaknya kawin dengan orang kaya. Atas anjuran pembantu mereka, Doyok (Doyok Sudarmadji), Dewi menulis surat pada orangtuanya, bahwa mereka sudah kaya. Balasan orangtua: mereka mau datang. Maka paniklah Dewi dan Dewo. Pasangan muda ini kemudian berpura-pura menjadi kaya dan mengundang…