Daftar film berdasarkan tahun "1951" - 40 entri


  • Si Pintjang-thumb

    Si Pintjang (1951)

    Giman pincang sejak lahir. Sebenarnya ia anak keluarga petani yang tergolong cukup, tapi perang memporak-porandakan keluarga. Ayah dan abangnya di-romusha-kan tentara pendudukan Jepang. Indonesia merdeka pada 1945, tapi Belanda berusaha menjajah lagi. Dalam suatu serangan udara, nenek Giman meninggal dunia. Si Pincang terlunta-lunta, tapi tetap berdikari dalam mencari sesuap nasi. Di kota Yogya ia hidup bersama…

  • Djiwa Pemuda (1951)

    Suria (Rd. Sukarno) dan Karnaen (Djauhari Effendi) sama-sama baru kembali dari bergerilya. Mereka sama pula bertekad untuk membangun desa. Keduanya juga menaruh hati ke gadis yang sama, Surati (Nursiah), anak pak Amat (Astaman). Surati memilih Suria. Akibatnya Karnaen sakit hati, dan menaruh dendam. Dia pimpin suatu perampokan atas Suria yang baru terima uang dari bank. Tindakannya…

  • Antara Tertawa dan Airmata (1951)

    Kisahnya disadur dari legenda terkenal Cina, "Sam Pek Eng Tay". Telah lama terjalin kisah kasih antara Lian Hoa (Georgine Lie) dan Hoo Liang (Harry Lie), yang sama-sama dari golongan miskin. Tjiauw Hoat (Frits Lie), anak pedagang kaya, menaruh hati kepada Lianhoa. Lewat pertolongan Ban Tjwan, paman Lianhoa, dipecahlah hubungan Lian Hoa dengan Hoo Liang. Sesudah berhasil,…

  • Musim Bunga di Selabintana (1951)

    Sebelum menikah dengan Dr. Kusuma (Iskandar Sucarno), Suratni (Ida Prijatni) pernah pacaran dengan Natawijaya SH (Chatir Haro). Sebagai keluarga dokter, Kusuma sering membawa isteri dan anak-anak beristirahat di Selabintana. Suatu waktu Natawijaya muncul, dan nampak sering berdua-duaan dengan Suratni. Timbul percekcokan segi-tiga. Kusuma menyuruh pulang isteri, bahkan menceraikan Suratni. Baru kemudian Kusuma tahu, bahwa Natawijaya menemui…

  • Kenangan Masa-thumb

    Kenangan Masa (1951)

    Maria (Nana Mayo) sejak kecil ditinggalkan ayahnya. Ibunya yang janda (Marlia Hardi) menyerahkan anaknya itu kepada keluarga Sastranegara (Musa) untuk diasuh. Keluarga itu punya anak lelaki Anwar (S. Bono), yang bergaul dengan Maria bagaikan abang dan adik. Setelah dewasa hubungan baik Anwar dan Maria itu menimbulkan kecemburuan pada Sumiati (Titien Sumarni), tunangan Anwar pilihan ny. Sastranegara.…

  • Gadis Olahraga (1951)

    Karena suaminya meninggal dunia, si ibu (Marlia Hardi) menyerahkan Maria yang masih kecil kepada keluarga Sastranegara (Djauhari Effendi, Rusmiati) untuk dijadikan anak asuh. Keluarga itu punya anak bernama Anwar (S. Bono). Keduanya bergaul seperti abang dan adik. Namun tak urung menimbulkan rasa cemburu Sumiati (Titien Sumarni). Tunangan Anwar itu merupakan pilihan ny. Sastranegara. Demi menyingkirkan Maria,…

  • Selamat Berdjuang, Masku!-thumb

    Selamat Berdjuang, Masku! (1951)

    Dalam masa revolusi fisik telah terlihat, bahwa cuma Herman (Rd Sukarno) yang betul-betul berjuang untuk cita-cita luhur. Yang bisa mengimbangi hanya kekasihnya, Parmi (Marlia Hardi). Belangnya teman-teman Herman kian jelas setelah Indonesia berdaulat penuh (1950). Mereka ramai-ramai mereguk hasil perjuangan, dengan cara curang sekalipun. Wuryanto (A Hamid Arief) mempermainkan cinta Surti (Netty Herawati). Bahkan kemesraan antara…

  • Siti Aminah (1951)

    Cinta segitiga dan musik jalanan (pengamen). Pemusik yang terpikat wanita lain, kembali ke isteri dan diterima lagi dengan baik. Padahal isteri ditinggalkan dalam kemelaratan, sementara suaminya bisa bermewah-mewah dengan wanita lain itu.

  • Pelarian dari Pagar Besi (1951)

    Lima tahanan lari dari Pagar Besi, tapi Jarim kembali. Joyo yang memang punya niat kurang baik, meninggalkan isterinya yang setia dan sedang hamil muda. Tiga lainnya adalah Tirtawinata, dr. Karmin dan dr. Surya. Anak Joyo, dr. Gunarso kemudian bertunangan dengan Juwita, anak Tirtawinata, padahal gadis itu adalah pacar Tatang, anak dr. Surya. Dulu dr. Surya dan…

  • Mirah Delima (1951)

    Semula Mirah hidup bahagia dengan suaminya Darma. Lebih-lebih setelah punya anak Delima. Keberuntungan itu bikin iri Aisa, saudara Darma. Aisa memfitnah, Darma mengusir Mirah. Kekuatan cuma dari anaknya. Mirah masih bertahan --meski Delima di tangan orang lain, bi Uni-- seorang penjual kue. Kejujuran dan kesetiaan membuahkan hasil manis di akhir lakon.