Totot Indrarto

Mantan praktisi periklanan dan blogger, pernah mengikuti Pelatihan Kajian Sinema FIB-UI (2007). Sejak 2001 menulis kritik film untuk Kompas. Di Festival Film Indonesia (FFI) menjadi nominee Kritik Film (2004), dua kali anggota Komite Seleksi (2005, 2010), dan lima kali anggota juri (2008, 2009, 2010, 2014, 2015). Tiga kali menjadi juri Apresiasi Film Indonesia (2103, 2014, 2016). Ketua Komite FIlm Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) periode 2012-2015.


JudulKategori
Susunan Pengurus Baru PPFIBerita
Firman Bintang Kembali Pimpin PPFIBerita
Kuliner sebagai Perkara Budaya dan ManusiaResensi
Hati Perempuan dalam Realita yang SubtilResensi
Risalah 2012: Ditinggalkan Bioskop, Diabaikan PemerintahKajian
Risalah 2012: Ganti Sistem Penjurian dan Rezim Juri FFIKajian
Pergantian Pejabat Perfilman di KemenparekrafBerita
Drama Cinta yang Jauh dari RomantisResensi
Jakarta Telah Merenggut Hati MerekaResensi
Lagi, Insentif Miliaran Rupiah dari Kemendikbud untuk Film PendekBerita
Aria Kusumadewa Tidak Benci IndustriSosok
FFI 2012 Kembali Menggunakan Komite SeleksiBerita
Jambore Film Pendek 2012 Akan Dihadiri 250 PenggiatnyaBerita
Kemdikbud Fasilitasi Produksi Film PendekBerita
Turuti Ke Mana Hatimu BerlabuhResensi
Pemprov DKI Kembalikan 75% Pajak ke ProduserBerita
Sang Penari ke Academy Awards 2013Berita
Film Indonesia di TIFF 2012Berita
Era Film sebagai Media Sudah BerakhirResensi
Perjalanan Metaforik Memahami DendamResensi
FFI 2012 Tentatif Digelar 8 DesemberBerita
Kita Masih Manusia yang SamaResensi
Perbedaan adalah Takdir yang Indah, SeharusnyaResensi
Diurus Dua Menteri, Perfilman Indonesia Semakin Tidak TerurusKajian
Dongeng Menarik dalam Bingkai Realita yang MembosankanResensi
Cinta Juga Membutuhkan Alasan, Betapa pun Tidak RasionalnyaResensi
Linimasa adalah realita?Resensi
Pelajaran Moral yang StereotipResensi
Perspektif Baru Mengenai SuksesResensi
Dokumentasi sosial yang mengharukanResensi
Betapa Rentannya Kita Terhadap FundamentalismeResensi
Sasaran Acak Makhluk HalusResensi
Tidak Sampai Menyentuh Problem Identitas SeksualResensi
Kemerdekaan untuk Apa? Dan Siapa?Resensi
Kembali ke Rumah, Kembali pada Diri SendiriResensi
Saksi Hidup Pembantaian Bermotif RapuhResensi
Serbuan Brutal ke Jantung LawanResensi
Menari di Atas Mayat Orang LainKajian
Jero Wacik, Menteri atau Pengusaha Bioskop?Kajian
Idola Baru Rekomendasi Mas BoyResensi
Sindiran dan Ejekan yang Terlalu TelanjangResensi