Katalog Ketika Mas Gagah Pergi the Movie

9.4
Sinopsis

Gita, penyuka puisi yang tomboy, selalu bangga pada Mas Gagah, abang yang menurutnya nyaris sempurna. Gagah tampan, cerdas, modern dan selalu menjalankan sholat tepat waktu. Sejak ayah mereka meninggal, sembari kuliah, Gagah membantu Mama jadi tulang punggung keluarga.

Gagah pergi ke Maluku Utara untuk membantu dosen pembimbing skripsinya menyempurnakan konsep pembangunan menara pemancar. Gagah sempat hilang kontak, saat ia masuk ke wilayah pedalaman dan mengalami kecelakaan. Gagah dirawat oleh Kyai Ghufron, pemimpin pesantren yang bersahaja dan sangat dihormati di wilayah Maluku Utara. Selama Gagah pergi, Gita beberapa kali bertemu Yudi di bus, kereta api dan tempat-tempat lainnya. Ia gemar mengajak orang-orang pada kebaikan, mencerahkan dan menguatkan setiap orang yang ia temui, termasuk di area pemukiman warga yang terkena musibah dan selalu menjadi orang yang paling dulu membantu mereka yang membutuhkan. Gita penasaran tapi ia tak merasa perlu untuk tahu lebih lanjut tentang Yudi.

Setelah dua bulan, Gagah kembali. Betapa terkejutnya Gita karena Gagah berubah. Gagah kini terlihat sangat bersemangat menjalankan ajaran Islam, dan kerap menasihati Gita untuk menjalankan perintah-perintah agama. Gita sebal. Gagah terus berusaha mengajak Gita dan Mama, dua orang yang ia cintai itu, untuk lebih mengenal keindahan Islam. Gita bertambah syok karena sahabatnya Tika, memakai jilbab.

Ceramah-ceramah Yudi yang sederhana dan mengena, keberadaan Tika serta Nadia, turut menggugah kesadaran Gita. Gita juga senang diajak ke "Rumah Cinta", rumah singgah penuh buku yang dibangun Gagah untuk anak-anak dhuafa di pinggiran Jakarta. Di sana ia menikmati persahabatan Gagah dengan Urip, Asep dan Ucok, mantan preman yang mengelola tempat tersebut.

Gita memutuskan akan memberi kejutan pada abangnya tersebut dengan memakai jilbab di hari ulangtahunnya yang ke 18. Sayang, kerusuhan yang direkayasa oknum preman, menggagalkan niat baiknya.

Catatan

Adaptasi dari novel berjudul sama. Film ini dibuat secara patungan. Hasil total patungan: Rp 305.987.265. Jumlah penyumbang: 405 orang.