Karena kesulitan peredaran, Senakki mengelilingkan Surat untuk Bidadari (1992) dan Badut-badut Kota (1993) ke lima kampus Jakarta.
Permainan Tabu (1984) diedarkan kembali dengan judul Gairah Cinta pada 1994, ketika trend film esek-esek kembali tampil.