Pelatih akting
Penata kamera
Sinopsis

Astrid (Marcella Zalianty) mengidap trauma sejak jadi korban perkosaan, terutama karena anaknya Kikan (Natasya Septiani Irawan/Ninies) dilarikan pemerkosanya sampai setahun lamanya. Astrid merasa melihat terus sosok Kikan. Kikan punya rencana balas dendam dan menghukum para pemerkosa ibunya. Kikan menampakkan dirinya hanya pada Astrid dan memberitahu telah membunuh salah satu pemerkosa ibunya. Astrid berusaha meyakinkan diri bahwa Kikan masih hidup. Setiap membunuh seorang pemerkosa, Kikan selalu menghubungi ibunya lewat telpon. Salah seorang anggota gerombolan pemerkosa Roni (Iqbal M. Pakula), yang menolak memperkosa, dihantui rasa bersalah dan tergantung pada obat penenang. Kikan lalu membayangi hidup Roni karena tetap dianggap bersalah. Berkat terapi Roni semakin sehat dan berani menghadapi Astrid untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ternyata Astrid tak menuntut balas apapun. Ia hanya menanyakan keberadaan Kikan. Astrid pun sadar bahwa Kikan sudah meninggal dan rohnya mencoba menuntut balas. Roni menerima kesalahannya dan masuk penjara. Ia memberitahu Astrid di mana jasad Kikan berada.

Catatan

Pengambilan gambar dengan kamera video digital.