Sinopsis

Lihat "Boenga Roos dari Tjikembang". Kisahnya sama dengan film yang dibuat tahun 1931 itu, hanya dengan sedikit sekali perubahan, termasuk beberapa nama tokohnya yang berganti menjadi nama Indonesia, seperti Oh Ay Cheng menjadi Wiranta, Gwat Nio menjadi Salmah.

Wiranta mengelola perkebunan Gunung Mulia di Jawa Barat. Ketika jatuh sakit, dia dirawat oleh Marsiti, pembantunya. Mereka saling jatuh cinta dan, sewaktu kehujanan di kebun, berhubungan intim. Esoknya, Bratanata, ayah Wiranta, datang dan memberi tahu Wiranta bahwa dia akan dinikahkan dengan Salmah, anak Kartawinata, pemilik Gunung Mulia. Wiranta tidak setuju, tetapi akhirnya menikah dengan Salmah setelah Marsiti diusir Bratanata. Pernikahan Wiranta dan Salmah awalnya tidak berjalan mulus, sehingga mereka pisah ranjang. Namun, mereka dapat memperbaiki hubungan mereka dan dikaruniai seorang anak, Lily. Dua puluh tahun kemudian, Wiranta sakit lagi. Permintaan terakhirnya: dia minta diperkenalkan dengan laki-laki yang akan jadi suami Lily. Karena pacarnya sedang diluar kota, Lily minta tolong Tatang, yang baru dikenalnya, untuk berpura-pura menjadi calon suaminya. Wiranta sangat bahagia melihat Tatang, yang sopan dan perhatian. Lama-kelamaan dia sembuh, sementara Lily jatuh cinta dengan Tatang dan memutuskan pacarnya. Namun, menjelang pernikahannya, Lily meninggal dalam kecelakaan mobil. Beberapa lama kemudian, Tatang memutuskan kuliah di Amerika Serikat. Sebelum berangkat, dia mengunjungi perkebunan keluarganya di Cikembang. Di sana, dia menemukan gadis yang sangat mirip Lily. Setelah dia gagal mengejar gadis yang dinamakan Bunga Roos dari Cikembang tersebut, Tatang kembali ke Cikembang dengan Wiranta. Mereka diberi tahu oleh Tirta, mantan jongos Wiranta, bahwa gadis tersebut bernama Roosminah, anak Wiranta dengan Marsiti. Marsiti sendiri sudah meninggal dan dikuburkan di Cikembang. Wiranta berziarah ke makam kekasihnya, lalu meninggal setelah sakitnya kambuh. Rohnya diantar ke surga oleh roh Marsiti.