Tinjauan

Tawaran mengangkat suatu persoalan lewat bentuk omnibus (kumpulan film pendek) seperti film ini bisa sangat menguntungkan atau menjebak. Kita bisa dibuat paham dengan banyak sisi persoalan itu, atau jatuh bosan karena disuapi satu pernyataan yang mirip berulang-ulang.

Film terkait: Perempuan Punya Cerita

Bercerita lewat tulisan dan lewat film adalah dua hal yang sangat berbeda, tapi Djenar Maesa Ayu bisa melakukan keduanya dalam gaya yang sangat mirip.

Film terkait: Mereka Bilang, Saya Monyet!

Tidak ada poster

Film Teguh Karya, Perkawinan dalam Semusim (PDS), mengingatkan kita pada perjalanan yang pernah ditempuh Teguh di teater. Dengan Teater Populernya ia mulai dari Teh dan Simpati. Ia membina pemain dan sekaligus penonton, sehingga akhirnya ia bisa memilih yang lebih sesuai dengan dirinya, lebih sesuai dengan pandangan dan sikap hidupnya.

Film terkait: Perkawinan dalam Semusim

Tidak ada poster

Langitku Rumahku mendapat penghargaan di Festival Tiga Benua di Nantes, Prancis. Festival ini dikhususkan untuk negeri-negeri di benua Asia, Afrika, dan Amerika Latin—benua-benua yang dalam percaturan film dunia, sebagaimana dalam bidang-bidang kegiatan lain, terabaikan.

Film terkait: Langitku Rumahku

Tidak ada poster

Ada beberapa kebiasaan, "norma", dan tabu di kalangan pembuat film Indonesia. Misalnya, seorang sutradara sudah sangat terbiasa untuk memecah adegan dalam beberapa shot.

Film terkait: Cinta dalam Sepotong Roti

Tidak ada poster

Ternyata masih tetap ada kisah menarik seputar revolusi, apalagi kalau kisah itu dipandang bukan dari sisi Indonesia, tapi dari sisi Belanda—paling tidak seorang Belanda—seperti tampak dalam film Oeroeg yang tengah beredar di beberapa kota besar di Jawa.

Film terkait: Oeroeg

Tidak ada poster

Keluhan tentang film banyolan sudah banyak. Intinya: menghina kecerdasan. Toh film demikian itu tetap saja merajalela, bahkan kini pindah ke televisi, yang dianggap tidak terlalu ketat memperhitungkan penonton.

Film terkait: Badut-badut Kota

Dalam tiga minggu awal pemutarannya, film Ada Apa dengan Cinta, menurut produsernya, Mira Lesmana, berhasil menyedot 1,3 juta penonton. Ini hasil dari pemutaran di 24 layar (kemudian bertambah menjadi 76 layar) di 12 kota Indonesia.

Film terkait: Ada Apa dengan Cinta?

Tidak ada poster

Orang bisa saja berkata bahwa kisah-kisah yang digarap oleh Teguh adalah kisah-kisah yang sederhana. Tetapi, jangan lupa, jarang sekali sutradara Indonesia menggarap kisah-kisah sederhana dengan baik, sementara yang berambisi dengan gagasan muluk-muluk sering kedodoran justru karena kesalahan-kesalahan yang elementer.

Film terkait: Ranjang Pengantin

Karena bulan ini adalah bulan ulang tahun Jakarta, maka Eliana, Eliana, film terbaru sutradara Riri Reza yang baru saja mendapat penghargaan Best Young Cinema dan Penghargaan Khusus Juri dalam Festival Film Singapura, untuk lebih mengenal Jakarta yang biasanya tidak dipromosikan atau yang biasanya diusahakan diabaikan oleh penduduknya sendiri: sisi-sisi gelapnya.

Film terkait: Eliana, Eliana